Warga Miskin Tetap Bayar Rumah Sakit, Kemudian Meninggal

Lumajang, Motim - Suci, warga Desa Krasak, Kecamatan Kedungjajang hanya bisa meratapi kesedihan setelah kematian suaminya, Seneman. Ia adalah warga tidak mampu. Sebelum meninggal, suaminya sempat dirawat di RSUD dr. Haryoto karena menderita sakit di bagian lambung dan paru-paru.
Memo Timur bersama keluarga Seneman
Memo Timur bersama keluarga Seneman
Selain sedih ditinggal suaminya, Ia juga kecewa dengan pihak rumah sakit, Pemkab Lumajang, maupun pihak desa setempat. Hal itu Ia sampaikan, saat Memo Timur datang ke rumah duka, Senin (4/3) pagi.

Seperti diketahui, saat suaminya masih di rumah sakit, Ia sempat datang ke Kantor Bupati, Senin (25/2) lalu. Ia ingin menemui Bupati Thoriqul Haq dan meminta bantuan. Karena tidak mampu membayar rumah sakit. Saat itu, suaminya sudah berada di rumah sakit selama 10 hari.

Namun ibu tersebut tidak bisa ditemui oleh bupati. Karena di waktu yang sama, bupati ada kegiatan lain. Salah satu asisten bupati akan menyampaikan keinginannya pada bupati. Nantinya bupati akan mengeluarkan disposisi bantuan. Setelah itu, ibu itu pun berterimakasih dan pulang.

Selanjutnya, beberapa hari kemudian pihak desa mengantarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) pada keluarga di rumah sakit. Namun dengan alasan tertentu, pihak rumah sakit menyatakan jika surat itu tidak berlaku. Seneman tetap membayar biaya perawatan rumah sakit.

“Kata petugas tidak berlaku. Saya sangat kecewa,” ucap Suci.

Kemudian, berkat gotong royong dari sanak saudara, akhirnya bisa terkumpul uang untuk membayar rumah sakit. Yakni sekitar Rp 7 juta. Kemudian, pada Kamis (28/2), lalu atau genap dirawat selama 13 hari, Seneman akhirnya pulang ke rumah.

Namun setelah 2 hari berada di rumah, takdir berkehendak lain. Seneman meninggal dunia, pada Sabtu (2/3).

Sadi Muslim, salah satu kerabat Seneman menegaskan, Ia juga menyayangkan pihak desa. Karena belum ada kepastian gratis atau tidak, sudah mengumumkan ke media sosial. Dimana intinya biaya rumah sakit Seneman, sudah akan ditanggung alias gratis.

“Nyatanya bayar,” katanya sambil menujukkan bukti pembayaran.

Ia pun ingin agar bupati menyelesaikan hal ini secara baik-baik. “Utamanya dari surat keterangan tidak mampu, katanya gak bayar, Saya ajukan, gak ada gunanya. Itu yang jadi masalah,” ucapnya dengan nada pelan. (cho/fit)