AKNL Diproyeksikan jadi Politeknik Negeri pada 2020

Lumajang, Motim - Impian Lumajang memiliki perguruan tinggi negeri terus diupayakan oleh Pemkab. Akademi Komunitas Negeri Lumajang (AKNL) pun diproyeksikan bisa menjadi Politeknik Negeri. Bupati Thoriqul Haq berharap pada 2020 nanti, rencana itu bisa terwujud.
Njagong Bareng bupati dan menristekdikti
Njagong Bareng bupati dan menristekdikti
Rencana ini sudah disampaikan oleh Thoriq pada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat berkunjung ke Lumajang. Pemkab Lumajang siap memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh AKNL agar bisa menjadi Politeknik Negeri Lumajang.

Ketua AKNL Sutatik menyampaikan, sejak 2014 berdiri, AKNL sudah berjalan baik. Hingga kemudian memiliki gedung sendiri atas bantuan Pemkab Lumajang pada 2017 di kawasan Jalan Lingkar Timur (JLT).

AKNL saat ini belum mandiri, karena merupakan kelas jauh dari Politeknik Negeri Malang (Polinema). “Karena masih ada moratorium, tidak boleh membuka perguruan tinggi,” katanya saat menghadiri acara Njagong Bareng di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (7/4) malam.

Awalnya Ia memiliki rencana untuk membuka program studi di luar kampus utama (PSDKU). Rencana ini juga sudah disampaikan pada bupati. “Namun bupati ingin langsung jadi Politeknik Negeri Lumajang. Namun untuk cita-cita itu tidak bisa langsung, ada aturan,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Mohammad Nasir langsung menanggapi hal ini. Ia menegaskan, mendukung penuh rencana tersebut. Namun Lumajang perlu memenuhi kriteria atau persyaratan yang ada. Diantaranya luas lahan hingga SDM (Sumber Daya Manusia).

“Minimal memiliki lahan 10 hektar. Kemudian jumlah dosennya juga harus sesuai. Serta persyaratan lainnya. Karena setelah menjadi politeknik negeri, nanti urusan kami,” katanya.

Pada 2020 nanti memang Ia akan mengajukan pada presiden tentang pendirian perguran tinggi negeri. Dari jumlah yang diajukan itu, 50 persen diantaranya adalah khusus pendidikan vokasi atau Politeknik. “Jika Lumajang memenuhi syarat, semoga juga termasuk,” jelasnya.

Sementara Bupati Lumajang siap memenuhi apa kebutuhan AKNL agar menjadi Politeknik Negeri. Misalnya ada kekurangan lahan, akan dipenuhi. Tiap tahun, melalui APBD Lumajang akan digelontorkan anggaran untuk AKNL. “Rata-rata per tahun Rp 3 miliar,” katanya.(fit)