Bawaslu Dalami Dugaan Praktik Politik Uang di Pronojiwo

Yunus, Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lumajang.
Lumajang, Motim - Jelang hari pencoblosan, potensi praktik politik uang nampaknya semakin tinggi. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lumajang pun telah mendapat laporan dugaan praktik politik di Desa/Kecamatan Pronojiwo. Saat ini Bawaslu masih terus mendalami laporan tersebut.

Komisioner Bawaslu Lumajang sudah mulai menindaklanjuti hal ini, Selasa (16/4) pagi. Ketua Bawaslu Lumajang Amin Shobari sudah terjung langsung ke Pronojiwo untuk memastikan kebenaran laporan itu.

“Iya sudah terlaporkan ke kita. Komisioner sudah turun kesana,” kata Yunus, Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Lumajang.

Diketahui dugaan praktik politik uang itu terjadi pada Minggu (14/4) malam. Berawal terduga pelaku yang membagi-bagikan sejumlah uang tunai pada warga disana untuk mencoblos salahsatu caleg.

Kemudian ada warga setempat yang menghentikan aksi terduga pelaku ini dan menangkapnya. Kemudian temuan ini dilaporkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) setempat. Selanjutnya Panwascam meneruskan ke Bawaslu Lumajang.

Bawaslu pun kemudian mendalami temuan ini dengan memeriksa terduga pelaku. Bawaslu meminta keterangan darinya terkait aksi bagi-bagi uangnya pada warga. KPU juga meminta pihak terkait lainnya yang mengetahui kejadian tersebut.

“Kita lakukan klarifikasi dulu pada yang tertangkap tersebut,” jelas Yunus.

Disinggung siapa caleg yang terlibat dalam temuan dugaan politik uang ini, Ia belum bisa menyebutkan. Karena masih dalam proses tindak lanjut oleh pihaknya. “Saya belum dapat infonya,” ungkapnya pada wartawan. (fit)