Bendera NU di Kampanye Sandiaga, GP Ansor: Hanya Cari Sensasi

Lumajang, Motim - Berkibarnya bendera Nahdlatul Ulama (NU) saat kampanye calon wakil presiden 02, Sandiaga Uno di Lumajang menjadi sorotan sejumlah kalangan. Karena diketahui di NU, secara mayoritas mendukung paslon 01 Joko Widodo–Ma’ruf Amin.
Sandiaga Uno mengibarkan bedera NU yang dibawa oleh massa
Sandiaga Uno mengibarkan bedera NU yang dibawa oleh massa
Gerakan Pemuda (GP) Ansor pun memberikan klarifikasi terkait hal ini. “Bagi kami, mereka hanya mencari sensasi. Tak perlu dihiraukan. Kami tidak terprovokasi,” kata Ketua GP Ansor Lumajang, H. Fahrur Rozi pada Memo Timur, Jumat (5/4).

Menurutnya, jika kader NU yang sesungguhnya, tidak akan melakukan hal itu. “Jika itu NU beneran dan mendukung (Prabowo-Sandi) tidak akan bawa bendera NU. Mereka mendukung dan memilih diam,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pembawa bendera NU pada kampanye Sandiaga di Stadion Semeru itu bukan dari kader NU. “Tampak sekali yang bawa bendera itu tidak mencerminkan kader NU. Asal bawa saja,” katanya.

Lanjutnya, meskipun mayoritas NU mendukung Jokowi-Ma’ruf, ada juga masyarakat NU yang mendukung paslon 02. Namun tetap saling menghormati dan tidak memprovokasi. “Itu tidak apa-apa. Itu pilihan mereka,” ujarnya.

Fahrur Rozi menambahkan, mayoritas NU mendukung paslon 01 karena Ma’ruf Amin adalah cawapres dari NU. “Bukannya posisi wapres sangat strategis? Lalu apa salahnya kami sebagai kader membantu suksesi ini,” ungkapnya.

Dirinya juga menghargai adanya perbedaan pilihan di sebagian tubuh NU. “Saya menghargainya sebagai proses pencarian jalan hidup terbaiknya. Perbedaan juga fakta yang harus kita hargai. Tapi pilihan mayoritas NU juga menjadi prioritas yang harus dikembangkan,” terangnya.

Seperti diketahui, bendera NU dibawa dan dikibarkan salah satu massa yang datang di kampanye terbuka Sandiaga Uno di Stadion Semeru, Kamis (4/4). Bahkan bendera tersebut sempat diambil oleh Sandi dan dikibarkannya. (fit)