Bupati akan Tiru Konsep ‘Sinau Bareng Cak Nun’

Lumajang, Motim - Bupati Lumajang, Thoriqul mengatakan, akan meniru konsep ‘Sinau Bareng Cak Nun’. Konsep seperti itu, akan Ia terapkan untuk melakukan dialog langsung bersama masyarakat Lumajang. Rencananya akan rutin digelar di Pendopo Arya Wiraraja.
Sinau Bareng Cak Nun di Lapangan Desa Gesang
Sinau Bareng Cak Nun di Lapangan Desa Gesang
“Jadi masyarakat bebas ngomong apa saja di situ,” katanya saat menghadiri Sinau Bareng Cak Nun di Lapangan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Senin (1/4) malam.

Menurutnya acara Cak Nun dan Kiai Kanjeng itu menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Lumajang. Menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan kritik bahkan keluhan yang ada saat ini.

“Pemerintah bukan apa-apa tanpa masyarakat. Saya ingin konsep seperti ini dibawa ke pemerintahan untuk melayani masyarakat,” ucapnya yang disusul dengan tepuk tangan dan sorak oleh masyarakat yang hadir.

Seperti diketahui dalam acara Sinau Bareng Cak Nun, panggung selalu harus dibuat pendek. Sehingga jarak jamaah dengan Cak Nun begitu dekat. Setiap yang datang juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan sesuatu kepada Cak Nun.

“Di Pendopo juga gitu, sudah kita buka. Tidak ada pagarnya lagi, semua bebas masuk ke sana. Bebas menemui Saya jika Saya ada di sana,” kata bupati.

Cak Nun sendiri mendukung bupati untuk melaksanakan rencana itu. Namun Cak Nun meminta kepada masyarakat, agar tidak terlalu banyak menuntut atau menuntut yang berlebihan pada pemerintah. Karena semua ada kadarnya.

“Contohnya, menuntut upah yang besar. Padahal kan harus dihitung, berapa besaran keuntungan dari perusahaan yang ada. Jika tuntutan lebih besar itu dipenuhi, tentu perusahaan bisa bangkrut. Dan pengusaha beralih ke bisnis impor. Tidak ada lagi tenaga kerja yang dibutuhkan,” katanya.

Cak Nun juga meminta kepada bupati agar lebih dekat dengan masyarakat. Ketika kedekatan itu terjalin atau tidak ada jarak, maka antara bupati dan masyarakat seperti teman. “Karena pemimpin yang baik adalah temannya rakyat,” kata Cak Nun.

Acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini dihadiri ribuan jamaah. Bukan hanya masyarakat Lumajang, namun juga nampak banyak dari luar kota. Khususnya dari komunitas Maiyah yang setia dengan Cak Nun.

Malam itu, Cak Nun banyak memberikan ilmu untuk jamaah yang hadir. Mulai dari kehidupan sehari-hari, pilpres, hingga soal negara. Seperti biasanya, apa yang disampaikan oleh Cak Nun dikemas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Jamaah yang hadir pun betah di sana dari pukul 7 malam hingga pukul 1 dini hari. (fit)