Dua Pelaku Okerbaya Terancam Hukuman 15 tahun

Lumajang, Motim - Dua pemuda dibekuk tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Lumajang, karena diduga sebagai pengguna sekaligus pengedar obat keras berbahaya (Okerbaya). Dia adalah Fafirru Maulana Ansori (25), warga Dusun Karangmulyo Kulon, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe.
kedua pelaku okerbaya
Kedua pelaku okerbaya saat diamankan
Dia dibekuk di rumahnya pada Selasa (2/4), sekira pukul 11.30 WIB. Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah kaleng berisi 5 plastik klip berisi pil warna putih berlogo Y masing-masing 100 butir, 1 buah plastik klip berisi 38 butir pil berlogo Y, 7 plastik klip berisi pil berlogo Y masing-masing 100 butir.

Tak hanya itu, 1 bandel plastik klip kosong, 1 buah kaleng kosong dan uang sebesar 100 ribu rupiah diduga hasil penjualan pil berlogo Y juga diamankan. “Total pil berlogo Y yang diamankan sebanyak 1238 butir,” kata Paur Subbag Humas Polres Lumajang, Ipda Catur Budi Bhaskara.

Pada pukul 14.00 WIB, tim opsnal Sat Resnarkoba juga meringkus Candra Setyawan Saputra (28), warga jalan Sunandar Priyo Desa Kuterenon, Kecamatan Sukodono, di kamar kostnya yang terletak di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Kota Lumajang.

Barang bukti yang diamankan sebuah plastik berisi 1000 butir pil berlogo Y dan uang tunai senilai 100 ribu rupiah. Untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku terus diboyong ke Polres Lumajang berikut BB. Saat diperiksa, kepada petugas keduanya mengakui perbuatannya.

“Kedua pelaku berhasil ditangkap berawal dari laporan masyarakat sekitarnya yang curiga atas gerak geriknya. Lalu oleh tim opsnal Sat Resnarkoba diselidiki dan berhasil ditangkap ini Mas,” tuturnya.

Lanjut Catur, kini kedua pelaku sudah diamankan di rumah tahanan Polres Lumajang. Perbuatannya, dijerat pasal 197 sub 196 UURI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Mereka terancam pidana hukuman penjara 15 tahun.

“Kasus ini terus kami kembangkan. Mudah-mudahan bisa ungkap yang lain,” tegas Catur.(cho)