Iswati, TKI Asal Candipuro Meninggal di Malaysia

Identitas TKI yang meninggal. (*)
Lumajang, Motim - Kabar kematian Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau lebih dikenal Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang kembali datang dari luar negeri. Kali ini TKI asal Candipuro yang telah dikabarkan meninggal dunia di Malaysia.

Dari laporan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, TKI yang meninggal itu bernama Iswati. Perempuan asal Dusun Kebonsari Desa Jarit Kecamatan Candipuro. Jenazah tidak dipulangkan ke tanah air, karena dimakamkan disana.

Diketahui yang bersangkutan bukan TKI resmi, maka biaya pemulangan harus ditanggung oleh keluarga atau majikan. Namun kesepakan dari pihak kelurga, akhirnya diputuskan jika jenazah dimakamkan di Malaysia.

“Pihak keluargas setuju dimakamkan disana, karena tidak ada biaya juga dari majikan,” ungkap Soekarmiati, Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Disnaker Lumajang pada Memo Timur, Kamis (25/4).

Surat penyataan persetujuan dari pihak keluargapun sudah diserahkan oleh Disnaker pada Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (LP3TKI) Surabaya. Selanjutnya diteruskan pada Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.

“Kita mohon KBRI Kuala Lumpur membantu proses pemakaman disana,” ujarnya.

Soekarmiati menambahkan, sebenarnya Iswati meninggal dunia satu bulan yang lalu. Namun baru saat ini ada keputusan dari keluarga terkait jenazah dipulangkan atau tidak. Karena sebelumnya, pihak keluarga berharap jenazah dipulangkan.

“Akhirnya setelah satu bulan, baru dimakamkan sekarang,” ungkapnya.

Apalagi yang bersangkutan memiliki 2 ahli waris, keluarga di Lumajang dan Tuban. Sehingga Dinasker harus berkomunikasi dengan pihak keluarga di Lumajang dan juga di Tuban. Untuk mendapatkan persetujuan tersebut. (fit)