Jika Kepercayaan Masyarakat Terciderai, Pendapatan Pajak Bisa Rendah

Lumajang, Motim - Penjabat Sekretaris Daerah Lumajang, Agus Triyono penyalahgunaan pajak dan retribusi merupakan pelanggaran vital di tengah intensifikasi pemungutan pajak daerah. Hal itu tentunya bisa menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat.
Bimbingan Teknis Intensifikasi Pemungutan Pajak Daerah
Bimbingan Teknis Intensifikasi Pemungutan Pajak Daerah
“Kalau kepercayaan itu sudah tercederai, pemungutan pajak masyarakat akan rendah dan akan apatis terhadap pembayaran pajak,” katanya saat membuka Bimbingan Teknis Intensifikasi Pemungutan Pajak Daerah di Aula Panti PKK, Kamis pagi (11/4).

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda mengungkapkan bahwa target penerimaan pajak pada tahun 2019 sebesar Rp 100 miliar. Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya, yang sebesar Rp 64,3 miliar.

Ia menerangkan bahwa salah satu yang mengalami peningkatan signifikan adalah pajak minerba (mineral dan batu bara). Tahun ini target pajak minerba mencapai Rp 37 Miliar, lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang Rp 13 Miliar, namun hanya bisa dicapai Rp 9 Miliar.

“Kalau pajak–pajak lain, masih memungkinkan bisa tercapai bahkan melampaui target, tapi khusus pajak minerba harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Sementara Plt Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Lumajang, Hari Susiati mengatakan bahwa maksud dan tujuan bimtek adalah untuk memberikan pemahaman tentang intensifikasi pemungutan pajak daerah untuk meningkatkan PAD dari pajak daerah. (fit)