Kiai NU Dilecehkan di Whatsapp, Ansor Lapor Polisi

Pelecehan pada Kiai NU obrolan grup WA. (*) 
Lumajang, Motim - Sejumlah Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Lumajang sempat mendapat pelecehan di grup pesan whatsapp (WA) beberapa waktu lalu. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang pun melakukan pembelaan dengan melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PC GP Ansor Lumajang, laporan dilayangkan ke Polres Lumajang. Akun atasnama Rukoyah Binti Arifin itu, selain dinilai melecehkan juga menghina dan menebar ujaran kebencian.

“Hari Jumat (12/4) lalu kita sudah melakukan gelar perkara di Mapolres Lumajang bersama Kasat Reskrim,” kata Ketua LBH PC GP Ansor Lumajang, Miko pada sejumlah wartawan Minggu (14/4).

Seperti diketahui, sebelumnya beredar screenshot atau tangkapan layar obrolan di grup WA bernama Info Lumajang Hebat. Dalam grup berlogo Pemkab Lumajang itu, adalah salahsatu anggotanya yang menuliskan kata-kata tidak pantas untuk Kiai NU.

Dalam obrolan itu, terlapor mengomentari Nota Keberatan NU terkait pengibaran bendera NU dalam kampanye calon wakil presiden. Nota itu ditandatangani 4 kiai sekaligus pengurus NU Lumajang. Yakni KH. M.Husni Zuhri (Rais), H. Moh Darwis (Katib), KH. Mas’ud (Ketua), dan A. Mughits Naufal (Sekretaris).

“Ini semua yang bertanda kyai-kyai Cebong yg kenyang uang haram pemerintah,” tulis Rukoyah Binti Arifin.

Bahkan tangkapan layar ini tersebar luas di sejumlah grub WA lainnya dan juga facebook. Dan menuai kontrovesi dan bermunculan banyak tanggapaan. Tak terkecuali dari kalangan NU yang geram dengan pernyataan tersebut.

“Isinya finah. Yang bersangkutan mencemarkan nama baik jajaran Pengurus PC NU Lumajang. Biar semua pihak terkait atas kasus ini dipanggil,” kata Miko. (fit)