NU Keberatan dengan Bendera yang Dikibarkan di Kampanye Sandiaga

Lumajang, Motim - Pengibaran bendera Nahdlatul Ulama (NU) di kampanye terbuka Sandiaga Uno menuai polemik. PCNU Lumajang menyatakan keberatan dengan adanya pengibaran bendera tersebut pada kampanye paslon presiden 02 di Stadion Semeru, Kamis (4/4) lalu.
Pengibaran bendera NU di kampanye Sandiaga Uno
Pengibaran bendera NU di kampanye Sandiaga Uno
PCNU Lumajang menilai, pengibaran bendera NU itu bisa memunculkan gesekan di tengah masyarakat. Seperti diketahui, dalam kampanye itu salah satu massa membawa bendera NU. Bendera itu juga sempat dibawa dan dikibarkan oleh Sandi.

“Tindakan pengibaran bendera NU dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada jam’iyah NU yang dapat menimbulkan gesekan horisontal di tengah masyarakat,” kata Ketua PCNU Lumajang, M. Mas’ud.

Bahkan keberatan NU ini pun sudah dituangkan dalam Nota Keberatan yang ditandatangani para pimpinan PCNU Lumajang, Sabtu (6/4). Nota keberatan ini juga ditembuskan pada PBNU dan juga pengurus di Jawa Timur.

“Kami mewakili segenap keluarga besar NU Lumajang menyampaikan kekecewaan yang sangat dalam atas tindakan penyalahgunaan bendera NU,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, memang dalam berpolitik, menyampaikan aspirasi adalah hak warga negara. “Namun NU memandang bahwa kinerja politik untuk meraih simpati masyarakat harus dilakukan dengan cara bermartabat tanpa menodai lembaga-lemabaga, organisasi, dan instansi resmi di republik ini,” ujarnya. (fit)