Ruwatan Desa, Tradisi yang Tetap Terjaga

Lumajang, Motim - Masyarakat Gucialit tiap tahunnya selalu melakukan Ruwatan Desa. Sebuah tradisi yang terus dijaga. Karena merupakan warisan leluhur. Ruwatan Desa sebagai sarana meminta keselamatan dan keberkahan masyarakat.
Kesenian ojung dalam Ruwatan Desa
Kesenian Ojung dalam Ruwatan Desa
“Ruwatan desa ini bertujuan agar desa terhalang dari bala musibah, menjadikan desa ini lebih baik lagi, dan Desa Gucialit ini menjadi desa yang makmur, sejahtera, masyarakatnya guyub rukun,” jelas Fitri Arista Dewi, salah satu Panitia Ruwatan Desa Gucialit.

Fitri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan setiap tahun sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen di desanya. Hal ini perlu dilestarikan turun temurun oleh masyarakat desa agar tradisi leluhur tidak punah.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutinan setiap tahun, kegiatan ini berawal dari tradisi di Dusun Sidomulyo, dari dusun tersebut kita kembangkan, lebih dimeriahkan lagi di Desa Gucialit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Ruwatan Desa dilaksanakan selama dua hari di Balai Desa Gucialit. Ada banyak acara. Diantaranya diisi dengan kegiatan Istighosah dan Sholawat Bersama. Kemudian kesenian tradisional seperti reog, Ojung, dan wayang kulit. (fit)