Sakit Demam Berdarah, Siswa SMPN 1 Sukodono Tetap Ikuti UNBK

Wabup menemui peserta ujian yang sakit. (*) 
Lumajang, Motim - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTS dimulai, Senin (22/4). Ada salahsatu peserta yang tetap memaksa ikut ujian meskipun sedang mengalami sakit. Ia adalah siswa SMPN 1 Sukodono.

Terlihat dengan tangan masih terinfus Ia tetap mengerjaan soal ujian dalam laptop. Diketahui Ia sedang menderita demam berdarah. Siswa tersebut harus mengerjakan UNBK sendirian di perpustakaan sekolah.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati yang kebetulan melakukan pemantauan di SMPN 1 Sukodono, menemui anak tersebut. Wabup memberikan semangat agar Ia tetap bisa mengerjakan ujian dengan maksimal.

"Semoga cepat sembuh, sehingga dapat mengikuti ujian bersama teman-teman yang lainnya," ujar Indah.

Di SMPN 1 Sukodono ada 277 peserta ujian. Selain itu, juga ada siswa/siswi dari sekolah lain yang menggabung disana yang berjumlah 32 peserta. Diantaranya 16 peserta dari SMP Islam Lumajang dan 16 peserta dari SMP PGRI Sukodono.

Seperti diketahui, bupati dan wakil bupati berbagai tugas untuk melakukan pemantauan UNBK. Thoriq memantau di SMP Negeri 1 Lumajang dan MTs Negeri Lumajang. Sedangkan Indah memantau di SMP Negeri 1 Sukodono dan SMPN 1 Tempeh. (fit)