Sebelum Coblosan, KPU Bakar Seribu Surat Suara Rusak

KPU bakar surat suara rusak sebelum waktu coblosan. (fit)

Lumajang, Motim - Satu hari jelang pencoblosan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang melakukan pemusnahan surat suara rusak, Selasa (16/4). Ada seribu lembar lebih surat suara rusak yang dibakar di halaman belakang Kantor KPU.

Dari laporan KPU ada 1.001 lembar surat suara yang harus dimusnahkan. Diantaranya surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 62 lembar, DPD 80 lembar, DPR RI 278 lembar, DPRD Provinsi 115 lembar, dan DPRD Kabupaten 466 lembar.

“Sesuai dengan petunjuk surat sura yang rusak harus dimusnahkan agar tidak disalahgunakan,” kata Ketua KPU Lumajang Siti Mudawiyah pada sejumlah wartawan.

Menurutnya ada 2 penyebab kerusakan suara tersebut. Sudah rusak dari pihak percetakan pemenang tender serta rusak saat proses pendistribusian. Kerusakan dari percetakan misalnya warna cetakan yang kurang bagus, tinta yang meluber, dan juga pemotongan tidak sesuai.

Sedangkan yang rusak saat proses pendistribusian, hanya terjadi saat pengiriman ke Kecamatan Klakah. Truk pnegangkut logistik Pemilu diterjang hujan deras. Sehingga air merembes ke logistik meskipun sudah ditutup terpal.

“Hanya di Klakah saja yang rusak karena hujan,” ungkapnya.

Untuk menutupi kekurangan itu KPU sudah berkoodinasi dengan jajaran di provinsi maupun pusat. Permintaan tambahan surat suara sudah dilayangkan dan sudah direspon dengan cepat. Sehingga kekurangan surat suara sudah bisa tertutupi.

“Jadi sekarang sudah komplit,” pungkas Mudawiyah. Dalam pemusnahan surat suara itu sendiri juga disaksikan dari pihak terkait lainnya. Seperti perwakilan dari TNI, kepolisian, juga Pemkab Lumajang terlihat hadir.

Sebelumnya diketahui, selain surat suara, juga ada seratus lebih kotak suara yang mengalami kerusakan. Terutama yang rusak karena terkena hujan. Kotak suara berbahan karton itu pun tidak bisa digunakan dan terpaksa KPU meminta penggantinya. (fit)