Tawuran 2 Kelompok Pemotor, 1 Mati di Tempat

Lumajang, Motim - Kasus tawuran dua kelompok pemuda asal Desa Selok Awar-Awar dan Desa Bades, Kecamatan Pasirian, di jalan raya Desa Bades, Kecamatan Pasirian, pada Sabtu malam (4/4), yang mengakibatkan seorang pemuda bernama Abdul Honi (16), warga setempat meninggal dunia terus didalami oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang.
Kasat Reskrim saat mendampingi Kapolres olah TKP
Kasat Reskrim saat mendampingi Kapolres olah TKP
“Kami bersama Tim Cobra sudah melakukan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kasus tawuran yang diduga akibat pengaruh Miras,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum kepada Memo Timur, Selasa (9/4).

Dalam proses olah TKP menurut Hasran tidak satupun barang atau benda yang berhasil diamankan, karena tawuran yang melibatkan kedua kelompok masing-masing beranggotakan 9 hingga 10 orang menggunakan tangan kosong.

“Saat tawuran berlangsung, mereka menemukan batu, ya batu itu buat mukul lawan. Ada yang menemukan kayu, ya kayu itu dibuat menyerang lawannya. Jadi tidak ada benda yang bisa diamankan,” tuturnya.

Saat ditanya apakah saat ini sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, Kasat Reskrim mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan. Karena kasus ini mengakibatkan seorang meninggal dunia, maka pelaku terancam dijerat hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Jika melihat hasil oleh TKP dan keterangan sejumlah saksi, dua kelompok pemuda yang terlibat tawuran ini sama-sama pelaku. “Kelompok pemuda Desa Selok Awar-Awar lapor polisi, kelompok pemuda Desa Bades juga lapor polisi. Yang lapor duluan kelompok pemuda Desa Selok Awar-Awar. Saat ini masih proses penyelidikan,” jelasnya.

Tawuran terjadi bermula pada Sabtu malam, kelompok pemuda Desa Bades dengan mengendarai beberapa sepeda motor membeli Miras di salah satu toko di Desa Selok Awar-Awar, kemudian pulang menuju Desa Bades.

Di tengah perjalanan, kelompok pemuda Bades ini berpapasan dengan kelompok pemuda asal Desa Selok Awar-Awar dan saling mblayer. Diduga tersinggung, kelompok pemuda asal Desa Selok Awar-Awar itu balik kanan mengejar kelompok pemuda asal Desa Bades. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung.

Sesampai di lokasi kejadian, kelompok pemuda asal Desa Bades itu bertemu dengan sejumlah temannya yang kala itu sedang minum Miras dan mengatakan jika dikejar oleh sekelompok pemuda bermotor.

Tak lama kemudian kelompok pemotor dimaksud tiba di lokasi dan terlibat cekcok mulut hingga tawuran. Sebenarnya sempat berdamai. Entah apa penyebabnya, tawuran terjadi lagi hingga berakibat seorang pemuda meninggal dunia.

“Identitas semua pemuda yang terlibat tawuran ini sudah dikantongi semua. Semuanya masih di bawah umur dan proses hukum terus jalan,” tegas Hasran.(cho)