Tempat Dinilai Kurang Representatif, Banyak Peserta Tinggalkan Pleno

Lumajang, Motim - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang mulai menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilu Tingkat Kabupaten di Gor Wira Bhakti, Senin (29/4). Namun sejumlah pihak menilai tempat yang digunakan itu kurang representatif.

Banyak kursi kosong saat Rekapitulasi di Gor
Banyak kursi kosong saat Rekapitulasi di Gor
Dari pantauan, tak sedikit peserta meninggalkan tempat saat rekapitulasi berlangsung. Meskipun KPU sudah memasang alat pendingin ruangan, suhu di dalam Gor masih terasa panas. Membuat peserta keluar sementara waktu dan kemudian kembali. Sehingga terlihat banyak kursi kosong.

Peserta yang keluar diantaranya seperti Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), juga saksi-saksi. PPK dan Panwascam ada yang memilih menunggu giliran di luar. Saksi partai juga memantau di layar monitor yang tersedia di luar.

Ketua Panwascam Candipuro, Dony menyampaikan, jika pelaksanaan pleno di Gor ini kurang maksimal. “Kurang nyaman juga. Lumayan sumuk (gerah) juga,” katanya pada wartawan saat keluar dari dalam Gor.

Menurutnya untuk rapat pleno sebaiknya digelar di hotel. Seperti dilakukan oleh daerah-daerah lainnya. “Kalau bisa di hotel. Kenyamanannya lebih enak. Saya baca-baca itu ada yang digelar di hotel,” ungkap dia.

Sementara Ketua Perindo Lumajang, Jamal Abudullah Alkatiri juga memilih lebih banyak berada di luar. Ia memantau dari layar monitor di luar. Kemudian sesekali masuk lagi. “Iya panas di dalam,” ujarnya.

Menanggapi ini, Komisioner KPU, M. Ridhol Mujib menyampaikan, pihaknya sudah memasang alat pendingin yang cukup representatif. “Mungkin kecapekan. Apalagi membutuhkan waktu yang panjang. Tiap kecamatan bisa membaca 1 jam, karena ada 5 hasil jenis pemilu,” ungkapnya.

Meskipun tempat dinilai jadi kendala, menurutnya semua peserta sudah berkomitmen untuk mengikuti proses rekapitulasi tersebut. Ridhol Mujib juga menyampaikan alasan kenapa rekapitulasi digelar di Gor.

“Kita sudah mencari tempat yang representatif, tapi itupun kendalanya sudah penuh semuanya,” pungkasnya.

Namun meskipun dengan kondisi seperti ini, pelaksanaan rekapitulasi terlihat bisa berjalan dengan lancar dan aman. Rencananya rekapitulasi digelar selama 2 hari, 29-30 April 2019. Jika tidak cukup waktu, akan diperpanjang. (fit)