Tim Cobra Amankan ODGJ yang Babak Belur Dimassa

Pelaku yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Lumajang, Motim - Diduga pelaku pencurian dengan pemberatan, seorang pemuda berinisial AI (20) asal Desa/Kecamatan Sumbersuko, ditangkap warga. Bahkan Ia sempat dimassa oleh warga hingga dibuat babak belur.

Beruntung, kejadian itu segera diketahui petugas patroli juga Tim Cobra Sat Reskrim Polres Lumajang. Lalu Ia diboyong ke Polres Lumajang untuk dilakukan pemeriksaan. Ternyata, Ia tidak waras alias orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Ditanya terkait perbuatannya, gak nyambung. Dia hanya terdiam dan tertawa saja," kata Kasat Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, S.IK kepada Memo Timur Sabtu (20/4).

Kejadian ini berawal saat Waras (59), warga Jl. Jama'ari, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, pulang berobat dari Rumah Sakit Bhayangkara. Saat mau masuk kedalam rumahnya, Waras dibuat kaget ketika melihat AI berada dalam rumahnya.

Curiga AI akan melakukan pencurian, Waras langsung berteriak maling. Warga sekitarnya pun berdatangan. Pelaku sempat berusaha kabur, namun berhasil ditangkap dan dipukuli warga. Kemudian diserahkan kepada petugas dan Tim Cobra yang sedang melakukan patroli.

"Kami bawa lalu diperiksa, dan tidak nyambung. Hasil lidik diketahui pelaku tidak waras," ucapnya.

Menurut keterangan keluarganya, pelaku bekerja sebagai kuli bangunan. Seminggu yang lalu kesurupan alias ketempelan jin ditempat kerjanya yakni di rumah Mbah Takur, warga Kelurahan Ditotrunan Kecamatan Lumajang.

Keluarganya juga telah minta bantuan beberapa kyai agar jin yang menempel pada tubuh pelaku bisa keluar. Namun, upaya keluarganya tidak membuahkan hasil hingga masuk ke rumah warga secara paksa.

Karena tidak ada gerugian, apalagi pelaku ini diketahui mengalami gangguan kejiwaan, maka pihaknya memanggil keluarga pelaku, pemilik rumah juga kades dan lurah setempat. "Pelaku tidak ditahan, karena antara pemilik rumah dan keluarga pelaku berdamai saling memaafkan," tegas Kasat Reskrim. (cho)