TKI asal Tegal Ciut Meninggal di Malaysia, Jenazah Tak Bisa Dipulangkan

Lumajang, Motim - Kabar kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang di luar negeri kembali terdengar. Misti Wati, TKI asal Desa Tegal Ciut, Kecamatan Klakah dikabarkan meninggal di Malaysia, Sabtu (6/4), lalu. Namun jenazah tidak bisa dipulangkan ke tanah air.
Kondisi Misti Wati sebelum meninggal
Kondisi Misti Wati sebelum meninggal
Pihak keluarga sebenarnya ingin jenazah dipulangkan dan dimakamkan di Desa Tegal Ciut. Namun karena tidak memiliki biaya untuk pemulangan jenazah, akhirnya pasrah jenazah dimakamkan di Malaysia.

“Bagaimana caranya memulangkan, kami tidak punya biaya. Kami di sini hidup kekurangan,” kata Sali, suami Misti.

Sebelumnya Ia sudah mendapat kabar dari Malaysia jika istrinya sudah sakit parah. Dari foto sebelum meninggal, terlihat kondisi Misti sudah kritis, badannya sangat kurus. “Beberapa hari sebelumnya kami di sini dapat kabar, katanya sakit,” ucapnya.

Sali sendiri sehari-hari berprofesi sebagai buruh angkut. Ia dan istrinya sudah dikaruniai dua orang anak. Perempuan berusia 44 tahun itu sudah 7 tahun pergi ke Malaysia, untuk mengadu nasib di sana.

Perwakilan SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia), juga sempat datang ke rumah duka. Mereka berniat membantu keluarga untuk pemulangan jenazah. Dengan cara koordinasi dengan pihak Pemkab Lumajang.

Sementara Dinas Tenaga Kerja (Disnasker) Lumajang saat dikonfirmasi Memo Timur, menyampaikan sudah mendapat laporan tentang kematian Misti. Namun nampaknya yang bersangkutan bukan TKI yang resmi.

Hal ini membuat Disnasker tidak bisa membantu pemulangan jenazah. Karena tidak ada data resmi. “Tidak bisa mas, jadi dimakamkan di Malaysia,” kata Soekarmiati, Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Disnaker Lumajang. (fit)