UNBK SMP/MTS, 43 Sekolah Harus Gabung

Pemantauan UNBK di Lumajang.
Lumajang, Motim - Dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTS di Lumajang, tidak semua sekolah memiliki perangkat yang memenuhi. Untuk itu, sejumlah sekolah terpaksa harus menggabung ke sekolah lainnya.

Laporan dari Dinas Pendidikan Lumajang, bahwa semua SMP/MTS mengikuti UNBK. Dari 127 sekolah, 43 diantaranya yang menggabung. Namun meski gabung, pelaksanaannya bisa tetap maksimal.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Drs. Winadi menyampaikan, sejumlah sekolah yang terpaksa menggabung ini, tahun depan berkomitmen bisa menggelar UNBK secara mandiri. Karena sebagaian besar dari mereka sudah memiliki persiapan.

“Bahwa tahun depan sebagian besar sudah menyiapkan, karena memang diupayakan tidak pinjam,” ucapnya, Senin (22/4).

Ia pun mengapresiasi semangat dari masing-masing sekolah untuk menyelenggarakan UNBK secara maksimal. "Motivasi sekolah sudah luar biasa, termasuk siswa. UNBK ini punya keyakinan untuk menyesuaikan perkembangan zaman,” ujarnya.

Untuk memastikan pelaksanaan UNBK berjalan lancar, Bupati Lumajang Thoriqul Haq melakukan pemantuan di sejumlah sekolah. Di hari pertama UNBK, Ia meninjau di SMPN 1 Lumajang dan MTSN Lumajang.

Dari peninjauan itu, bupati menyebut, tidak ada permasalahan dalam pelaksanaan UNBK tahun ini. "Saya memantau langsung pelaksanaan UNBK ini. Saya melihat secara teknis, tidak ada masalah. Fasilitas, kesiapan-kesiapan, kemudian jaringan, juga tidak ada masalah," ujanya.

Lanjutnya, tiap tahun sekolah di Lumajang ada perkembangan yang bagus dalam penyediaan fasilitas dan sarana. Sekolah berusaha memenuhi perangkat yang dibutuhkan dalam pelakasnaan UNBK. “Sudah sesuai progres yang diharapkan,” pungkasnya. (fit)