33 TKI Ilegal Lumajang Dideportasi dari Malaysia

Ilustrasi. (*)
Lumajang, Motim - Beberapa bulan terakhir, kabar kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang kerap terdengar. Tidak sedikit memang warga yang bekerja sebagai TKI. Namun tidak sedikit pula yang berangkat secara non prosedural atau ilegal. Padahal, banyak resiko yang dihadapi. 

Salahsatu resikonya adalah, mereka bisa dideportasi dari negara yang dituju. Sepeti sepanjang 2018, ada cukup banyak TKI ilegal asal Lumajang telah dideportasi dari Malaysia. Jumlahnya mencapai 33 orang.

Hal ini sesuai dengan laporan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Transmigrasi Jawa Timur yang telah dikirimkan pada Disnaker Lumajang. Dari jumlah tersebut. Diantaranya 22 laki-laki dan 11 perempuan.

Mereka yang dideportasi tersebut berangkat dari Batam, Kepulauan Riau. Mereka berangkat melalui tekong atau calo. Karena diketahui tekong berpengaruh untuk menyokong TKI ilegal ke Malaysia.

“Ada yang TKI dari Klakah, Senduro, Pasirian, Pasrujambe, dan beberapa kecamatan lainnya,” kata Soekarmiati, Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Disnaker Lumajang pada Memo Timur.

Usia TKI Ilegal yang telah dideportasi bervariasi. Rata-rata mereka berusia 33 tahun. Yang paling muda, ada laki-laki yang masih berusia 19 tahun. Dan yang paling tua, laki-laki berusia 60 tahun.

Sedangkan untuk masa kerja, rata-rata masih terhitung tidak begitu lama berada di Malaysia. Ada yang masih 5 bulan dan 9 bulan. Tapi ada juga beberapa diantaranya yang sudah bekerja sampai 3 tahun dan 5 tahun.

“Ini hanya laporan saja dari Dinasker Jatim. Setelah dideportasi, kita tidak tahu mereka kemana. Karena mereka ilegal, jadi tidak lapor ke kita,” ujarnya. (fit)