Ayah Bejat di Selokgondang Setubuhi Anak Kandung Sejak SD

Kanit PPA Ipda Samsul Hadi saat memeriksa keluarga korban.
Lumajang, Motim - Sungguh bejat kelakuan seorang ayah bernama Saifudin (37), warga Dusun Laspoleng, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, karena tega menyetubuhi Melati (14) yang tak lain adalah anak kandungnya sendiri, sejak Melati duduk di bangku kelas V SD.

Perbuatan bejat pelaku dilakukan di dalam rumahnya, saat istrinya tidak ada. Kasus yang menimpa Melati sudah ditangani penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal ( Sat Reskrim) Polres Lumajang.

Kanit Reskrim Polsek Sukodono Ipda Arif Muhtadi saat dikonfirmasi Memo Timur pada Kamis (2/5) mengatakan, pada Jum’at (26/4) Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Sukodono menerima laporan dari Saifudin bersama istrinya yang menyampaikan apabila anaknya Melati tidak ada pulang ke rumahnya sejak Kamis (25/4).

Atas dasar itu, unit pihaknya terus melakukan pencarian terhadap keberadaan korban dan berhasil ditemukan. Untuk kepentingan proses pemeriksaan, Melati terus dibawa ke Polsek Sukodono. Saat diinterogasi, Melati mengaku ikut pacarnya mengerjakan skripsi di kantor Desa Labruk bersama teman-temannya.

Saat itu juga dirinya sempat menanyakan pada Melati, selama bersama pacarnya apakah tidak pernah digituin, Melati mengaku tidak pernah. Kalau dengan ayah kandungnya, Melati mengaku sering digituin sejak duduk di SD Kelas V dan sempat mengalami pendarahan.

”Sebenarnya, ibunya tau akan kasus ini, namun tidak mengatakan,” tuturnya.

Minggu kemarin, kata Melati ayahnya sempat melakukan hal tidak senonoh pada kemaluannya. Saat ditanyakan pada pelaku, semuanya diakuinya. Mendengar keterangan Melati seperti itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan unit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang.

“Perkara ini sudah kami limpahkan ke unit PPA Sat Reskrim Polres Lumajang. Lebih lengkapnya monggo teman-teman bisa konfirmasi langsung ke unit PPA,” jelasnya.

Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Lumajang Ipda Samsul Hadi ketika dikoinfirmasi Memo Timur membenarkan jika pihaknya menerima perlimpahan perkara persetubuhan terhadap anak dibawah umur dimana pelakunya adalah ayah kandungnya sendiri.

“Perkara ini sudah kami tangani, para pihak terkait perkara ini termasuk korban masih menjalani proses pemeriksaan. Pelaku pun juga sudah diamankan di rumah tahanan Polres Lumajang,” ungkapnya.

Apabila dalam proses pemeriksaan pelaku terbukti bersalah, maka perbuatan pelaku terancam dijerat pasal 81 UURI No 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

”Pelaku bisa dipidana 15 tahun penjara,” pungkas Kanit PPA. (cho)