Baru Seminggu Jalur Dibuka, Satu Pendaki Meninggal

Lumajang, Motim - Jalur pendakian Gunung Semeru baru dibuka seminggu yang lalu. Namun gunung tertinggi di Pulau Jawa itu sudah langsung memakan korban jiwa. Satu pendaki dilaporkan meninggal dunia, Minggu (19/5).

Jenazah korban saat berada di rumah sakit 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan, korban meninggal bernama Prasetyo Tjondro. Pria berusia 62 tahun itu lahir di Yogyakarta namun dari identitasnya,sudah berkewarganegaraan USA.

Korban bersama 6 orang temannya mulai melakukan pendakian, Jumat (17/5) sekitar pukul 10.11 WIB. Ia bersama rombongan tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian mendirikan tenda di sana.

Keesokan harinya, Sabtu (18/5) sore, korban mengeluh sakit dan meminta obat diare pada temannya. Namun pada malam hari, kondisinya semakin memburuk. Sehingga temannya memindahkan korban ke selter agar dapat menghangatkan dan memberi pertolongan pertama.

Teman korban, Lutfiana kemudian melaporkan kejadian ini pada petugas di Resort Ranupane. Lutfiana meminta agar dilakukan evakuasi terhadap korban menuju Ranupane. Namun pada Minggu dini hari korban sudah meninggal dunia.

“Proses evakuasi dari Ranu kumbolo ke Ranupane dilakukan oleh rombongan korban dan porter,” kata Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Logistik BPBD Lumajang.

Setelah sampai di Ranupane, jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Haryoto oleh petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Setelah sampai di rumah sakit, langsung dilakukan autopsi. (fit)