BI Prediksi Penukaran Uang Baru di Lumajang Tembus 2 Triliun

Penukaran uang di mobil kas BI. (fit) 
Lumajang, Motim - Penukaran uang baru sudah menjadi tradisi sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri. Bank Indonesia (BI) selalu menyiapkan jumlah besar untuk melayani penukaran tersebut. Bahkan di Lumajang diprediksi bisa menembus Rp 2 triliun.

“Kita prediksi Rp 2 triliun. Tahun kemarin hanya Rp 1 triliun lebih,” kata Alvan Sidiq, Unit Operasional Kas, Pengendalian Uang Rupiah BI Jember.

Penukaran uang tersebut dilakukan melalui perbankan yang ada di Lumajang. Termasuk juga dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan toko-toko. Pelayanan penukaran juga dilakukan menggunkan mobil kas keliling.

Lumajang sudah mendapat jatah pelayanan penukaran melalui mobil kas keliling. Penukaran di Jl. PB Sudirman, Selasa (21/2) merupakan untuk kedua kalinya. “Ini kedua kalinya dan terakhir,” kata Alvan pada wartawan.

Untuk penukaran menggukan mobil kas keliling, pihaknya hanya menyediakan Rp 1 miliar saja. “Jadi selama dua kali di Lumajang, ada Rp 2 miliar. Kita fokuskan penukarannya di pasar kota,” ucapnya.

Sementara secara global BI Jember yang juga membawahi wilayah Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso menyediakan uang baru hingga Rp 6 triliun. Diantaranya pecahan Rp 2 ribu. 5 ribu,10 ribu, dan 20 ribu.

“Jadi jumlah yang kita sediakan naik 20 persen dari sebelumnya,” katanya.

Dari pantauan saat mobil kas keliling BI tibda di lokasi penukaran, langsung diserbu oleh masyarakat Lumajang. Bahkan sudah banyak yang menunggu disana. Sekitar pukul 11.30 WIB sudah tiba dan dijaga oleh petugas kepolisian.

Terlihat, masyarakat rela datang dan mengantre panjang. Bahkan mereka berdesak-desakan demi menukarkan uang baru. Lebih dari 2 jam melayani penukaran, terlihat masih banyak masyarakat yang datang.

Sulastri, salahsatu warga mengatakan, dirinya memilih menukarkan uang baru disana, karena gratis. Daripada di tempat lain, ada tambahan biaya. “Biasanya ada yang menjual, total pecahan Rp 100 ribu dijual Rp 110 ribu,” jelasnya. (fit)