BUMDes Kutorenon Bisa jadi Percontohan Bagi Desa Lainnya

BUMDes Kutorenon.
Lumajang, Motim – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kutorenon Kecamatan Sukodono bisa jadi percontohan bagi desa lainnya di Lumajang. Karena menjadi salahsatu BUMDes yang dinilai sukses, bisa berjalan dengan bagus.

Unit usaha yang dimiliki saat ini adalah toko ritel 'Jaya Mandiri' yang berada di Jl. Soekarno-Hatta. Toko ritel itu terhitung sukses, karena bisa berjalan dengan lancar dalam setahun terakhir. Serta mampu bersaing dengan toko ritel modern berjejaring yang sudah menjamur di Lumajang.

Mulai beroperasi sejak 2018 lalu, saat ini toko ritel itu memiliki 4 karyawan. Mereka sudah mendapat gaji yang layak. Jam kerja dibagi dalam 2 shift, toko dibuka pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam. Omzet yang didapat per bulan pun lumayan.

"Modal awal kita dari pemerintah desa Rp 75 juta," kata Ketua BUMDes Kutorenon Sadit Jawawi saat bercerita pada Memo Timur, Jumat (3/5).

Ada sejumlah upaya yang dilakukannya, agar bisa bersaing dengan toko ritel berjejaring seperti Indomaret dan Alfamart. Diantaranya Ia menjual barang dengan harga yang lebih murah. Sehingga masyarakat memiliki alternatif pilihan untuk belanja kesana.

"Utamanya untuk sembako, karena kebutuhan setiap hari," jelasnya.

Kemudian pihaknya juga memberikan harga khusus bagi warga masyarakat yang membeli barang dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Bahkan mereka juga bisa berhutang, dan membayar tanpa ada bunga.

"Yang terpenting harus ada komitmen dan tanggungjawab," ucapnya.

Ia menegaskan, BUMDes bukan hanya mengejar keuntungan semata. Namun juga harus lebih mementingkan kesejahteraan masyarakat desa disana, bahkan bisa dirasakan masyarakat luar desa.

Di toko tersebut juga menampung produk-produk dari BUMDes dari desa lainnya di Lumajang. Sebagai wujud sinergitas antar Bumdes. Karena menurutnya, sesama BUMDes harus saling menguatkan.

Untuk di Lumajang, menurutnya toko ritel milik Bumdes Kutorenon adalah yang cukup besar dibanding usaha serupa milik BUMDes lainnya. Ia pun berharap banyak desa yang lebih mengembangkan BUMDes. Tentunya dengan menggali potensi di masing-masing desa. (fit)