Bupati Siap Pulihkan Ekosistem Ranu Pani yang Rusak

Ranu Pani. (*)
Lumajang, Motim - Bupati Lumajang Thoriqul Haq siap memulihkan ekosistem Ranu Pani yang tengah mengalami kerusakaan sampai saat ini. Ia bertekad mengembalikan kondisi salahsatu ikon Lumajang yang terletak di Desa Ranupani Kecamatan Senduro itu.

“Pemkab Lumajang bertekad mengembalikan kondisi seperti 2004. Luas Ranu Pani 5,8 hektare,” katanya.

Menurutnya, potensi yang dimiliki Ranupani sangat besar. Baik dalam sektor pariwisata maupun pertanian. "Kami akan optimalkan sebaik mungkin, potensi yang ada di Ranupani," jelasnya dalam Rapat Pembahasan Pemulihan Ekosistem Ranu Pani TNBTS 2019 yang digelar di Kota Malang, Kamis (2/5).

Thoriq mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menyelaraskan program antara Pemkab Lumajang dengan pihak TNBTS sebagai partner pengelolaan. Agar satu sama lain dapat bersinergi dalam mengoptimalkan ekosistem Ranupani.

Hal itu, bertujuan agar Ranupani menjadi obyek atau tempat yang nyaman dikunjungi oleh masyarakat. "Sehingga memiliki daya tarik bagi pengunjung. Supaya pengunjung betah berwisata di Lumajang," katanya.

Ia juga akan melakukan penataan ulang untuk mengoptimalkan potensi Ranupani. Kebijakan awal yaitu, dengan cara membongkar semua pembatas. Serta melakukan penataan perkampungan yang berada di sekitar wilayah tersebut. Agar mencegah hilangnya iklim alam Ranupani.

"Kami akan segera konsolidasi dengan warga terkait hal ini," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS, Ir. Jhon Kenedie mengungkapkan, pada 2004 kondisi ekosistem Ranupani memiliki luas 5,8 hektare .Sedangkan pada 2018 luasnya turun menjadi sekitar 4,7 hektare.

“Hal tersebut disebabkan kurang optimalnya pengelolaan Ranu Pani,” jelasnya.

Pihaknya sudah melakukan pembersihan tumbuhan air Salviana molesta sejak 2012. Namun di 2018 tumbuhan tersebut kembali menutup permukaan danau. Sehingga memerlukan pembersihan kembali di seluruh permukaan danau.

"Di situ ada pelaku pariwisata yang sudah melakukan upaya pembersihan secara manual, dan alhamdulillah di tahun 2018, berhasil membersihkan seluruh permukaan danau", ujarnya.

Lanjutnya, untuk mengembalikan ekosistem Ranupani, salah satunya adalah penanganan masalah sedimentasi berupa pengerukan sedimen Ranupani. “Tujuannya, untuk memperluas kembali Ranu Pani tersebut,” pungkasnya. (*/fit)