Desa Kalidilem ‘Diobok-obok’ Polisi, Puluhan Motor Diamankan

Polisi mengamankan puluhan motor bodong di Desa Kalidilem. (*)
Lumajang, Motim - Polres Lumajang melakukan penggeledahan di rumah warga di Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung, Selasa (30/4). Ratusan personil dikerahkan untuk mengecek kelengkapan dokumen kendaraan milik warga. Hasilnya ada puluhan motor bodong yang kemudian diamankan.

Penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP M. Arsal Sahban. Ada 150 lebih personil yang kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Tiap kelompok melakukan penggeledehan di 1 dusun. Ada 3 dusun disana, yakni Dusun krajan, Grojokan dan Curah Lapak.

Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan 17 kendaraan tanpa STNK dan BPKB. Ada pula kendaraan yg ditemukan dalam keadaan nomor rangka dan nomor mesin yang sudah dirusak. Hal ini berindikasi kepada kasus kriminalitas, oleh karena itu kendaraan tersebut diamankan.

“Ada juga motor yang hanya dilengkapi STNK tanpa BPKB. Setelah di cek, ternyata dia membeli jauh dibawah harga pasar,” kata kapolres.

Lanjutnya, seharusnya masyarakat waspada kalau ada yang menjual kendaraan jauh dibawah harga pasar. “Contohnya ada yang harga pasarannya Rp 5 juta tapi dibeli Rp 1,5 juta. Pembeli bisa kena pasal penadah. Jadi masyarakat agar hati-hati bila membeli motor,” ujarnya.

Maraknya pencurian kendaraan bermotor menjelang bulan ramadan menjadi alasan bagi Polres Lumajang untuk melakukan penggeledahan. Kegiatan ini juga untuk mempersempit pergerakan para pelaku begal maupun pencurian kendaraan bermotor.

"Saya ingin memutus mata rantai pencurian kendaraan bermotor. Kalau tidak ada peminat motor-motor bodong lagi, para pelaku curanmor juga akan berhenti sendirinya untuk curi motor,” tegasnya.

Selanjutnya motor yang diduga hasil kejahatan ini akan digelar di Polres Lumajang minggu depan. Bagi masyarakat yang pernah kehilangan motor, bisa datang kesana dengan membawa dokumen kendaraan.

“Silahkan cek ke Polres Lumajang, apakah dari 17 motor yang kami sita ada motor miliknya,” pungkasnya. (fit)