Diduga Ada Penyimpangan ADD dan DD, Kades Pakel Dilaporkan ke Kejagung

Kades Pakel Samporno (cho) 
Lumajang, Motim - Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, dilaporkan ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia, karena diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) juga dana-dana lain yang bersumber dari uang Negara Tahun anggaran 2014 sampai dengan 2018.

"Yang melaporkan adalah kami selaku kuasa hukum dari Sahrul Alim Pratama. Bukti-bukti sudah kami sampaikan semua ke Kejagung Mas," kata Basuki Rakhmad kepada Memo Timur saat dikonfirmasi via teleponnya.

Saat ditanya berapa kerugian Negara akibat dugaan penyimpangan ADD, DD maupun dana Negara lainnya, Basuki Rakhmad menyampaikan kurang lebih 1 milyar. Dalam waktu dekat kata Basuki Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan turun ke kantor Desa Pakel untuk melakukan pemeriksaan.

Apabila dalam proses pemeriksaan nanti ditemukan adanya unsure-unsur yang mengarah pada perbuatan tindak pidana korupsi, dirinya berharap agar perkara ini terus diproses secara hukum dan siapa pun yang terlibat untuk sama-sama diadili.

“Pelaporan ini ada kaitan dengan perkara Tinarab perangkat desa yang dilaporkan menggelapkan sepeda motor inventaris desa itu. Tinarab tidak terima, lalu menyuruh anaknya melaporkan dugaan penyimpangan dana DD dan ADD itu,”jelasnya.

Secara terpisah Kepala Desa Pakel Samporno saat ditemui Memo Timur membenarkan apabila dirinya dilaporkan ke Kejaksaan Agung oleh Sahrul Alim Pratama melalui pengacaranya bernama Okik, karena dirinya dicurigai ngemplang uang Negara.

Kasus pelaporan itu menurut Sampurno bermula dari salah satu perangkat desanya bernama Tinarab yang dilaporkan ke polisi atas kasus penggelapan motor dinas. "Dimungkinkan dia tidak terima, makanya anaknya sekarang malaporkan kami kemana-mana," ungkapnya.

Lebih lanjut Sampurno menegaskan, semua program dari alokasi DD maupun ADD sudah sesuai dengan peruntukannya, pasalnya dari awal pelaksanaan dan hingga tuntas pelaporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) nya, telah melalui proses pemeriksaan Inspektorat.

"Kami dalam melakukan pekerjaan sesuai petunjuk teknis yang ada, sehingga hasilnya tidak menyimpang dari koridor hukum yang berlaku. Misale masih curiga, monggo dilihat," pungkas Samporno. (cho)