Harga Bawang Putih Turun Hampir 50 Persen

Bawang putih. (*) 
Lumajang, Motim - Harga bawang putih di Lumajang mengalami penurunan hingga hampir 50 persen, jika dibandingkan dengan harga sepekan yang lalu. Sebelumnya harga menembus Rp 60 ribu perkilogram. Saat ini turun hingga Rp 31 ribu perkilogram.

“Harga tertinggi Rp 35 ribu perkilogram. Terdendah Rp 31 ribu perkilogram,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan Lumajang Aziz Fahrurrozi pada Memo Timur, Sabtu (11/5).

Ia menjelaskan, penurunan harga terus terjadi beberapa hari terakhir di tingkat pembeli. Kondisi harga tak jauh berbeda di beberapa pasar yang ada di Lumajang. Hampir merata mengalami penurunan yang signifikan. "Kemarin dan hari ini tetap," ujarnya.

Penurunan harga ini, kata Aziz, dari pantauan pihaknya, disebabkan melimpahnya stok yang ada di pasaran. Meksipun sebenarnya, sebelumnya stok bawang putih juga cukup banyak dan tidak langka. "Stok barang banyak. Sehingga harga bisa turun," jelasnya.

Dindag pun sedikit bernafas lega, karena harga bawang bisa terus ditekan. Karena jika dibandingkan dengan harga sebelumnya, kenaikan harga yang sempat terjadi dinilai membebani masyarakat.

Meksi harga sudah berangsur membaik, Dindag masih berharap, harga bawang putih bisa terus mengalami penurunan harga. Karena harga yang ada saat ini masih dipandang belum normal dibandingkan dengan di awal tahun. "Semoga besok bisa turun lagi," ujarnya.

Seperti di ketahui, di awal 2019, harga bawang putih harganya sangat murah. Yakni berada di kisaran Rp 25 ribu perkilogram. Namun sekitar sebulan jelang puasa, harganya berangsur meningkat, hingga menembus angka tertinggi Rp 60 ribu perkilogram.

Kondisi seperti ini bukan hanya terjadi di Lumajang saja. Namun merata secara nasional. Bahkan pemerintah pusat sudah melakukan upaya impor bawang putih. Termasuk untuk menyuplai di kawasan Jawa Timur. (fit)