IPP Lumajang Berada di ‘Zona Merah’

Zainul Arifin. (*)
Lumajang, Motim - Ketua Umum Forum Pemuda Utama Jawa Timur Zainul Arifin menyebut, Lumajang menjadi salahsatu daerah dengan nilai Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang rendah. Serta berada di zona merah. Hal ini sesuai dengan data IPP 2017.

“Selain Lumajang ada daerah lainnya di Jawa Timur,” kata pemuda asli Lumajang tersebut pada Memo Timur, Minggu (5/5).

Lanjutnya, untuk IPP Jawa Timur merupakan terendah di Pulau Jawa. Menempati urutan ke-15 secara nasional. Data yang dikeluarkan oleh Bappenas atas dukungan Kemenpora, Kemenko PMK, BPS, dan United Nations Population Find (UNFPA), IPP Jawa Timur sebesar 50,67.

Ada 5 domain yang mempengaruhi nilai IPP. Diantaranya domain pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

Khusus di Lumajang, menurut Zainul, dari 5 domain tersebut ada 2 domain yang merupakan masalah besar bagi Lumajang. Sehingga sangat berpengaruh terhadap nilai IPP. “Yakni domain partisipasi dan kepemimpinan, sama domain kesehatan dan kesejahteraan,” ucapnya.

Dengan kendisi ini menurutnya harus menjadi perhatian serius bagi Pemkab Lumajang. Dalam mengatasi hal tersebut, dibutuhkan sinergi dari banyak pihak. Serta perlu adanya strategi dalam mencapai hal tersebut.

“Semoga menjadi perhatian khusus untuk Pemkab. Karena sangat lucu kalau ini tidak menjadi perhatian khusus,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2017 di Lumajang ada 218.507 pemuda. Terdiri 108.470 laki-laki dan 110.037 perempuan. Artinya jumlah pemuda di Lumajang cukup banyak. Hampir mencapai 20 persen dari jumlah penduduk yang ada.

Namun dari menurutnya, selama ini untuk urusan kepemudaan masih belum begitu mendapat perhatian serius. ”Tapi kalau saya lihat dari geliatnya, pemuda kurang tersentuh hingga saat ini. Semoga kedepan semakin baik itu harapan kita semua,” ujarnya. (fit)