Kawanan Begal kembali Berulah di Wilayah Lumajang Utara

Lumajang, Motim - Bulan Puasa, kawanan begal kembali berulah di wilayah Lumajang utara. Aksi pembegalan terjadi, Selasa (21/5) sore. Meski motor milik korban, Abdul Wafi (17), gagal diambil, namun Ia harus mengalami luka bacok yang cukup parah. Karena melawan dan mempertahankan motornya.
Korban saat dirawat di rumah sakit
Korban saat dirawat di rumah sakit
Kejadian ini bermula ketika warga Sumberpetung, Kecamatan Ranuyoso itu mengendarai motor CBR 250 di kawasan Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah sekitar pukul 17.00 WIB.

Berniat ngabuburit dengan mengendarai motor barunya itu, tiba-tiba ada sekawanan orang tak dikenal yang menghampiri dirinya. Pelaku meminta korban menyerahkan motornya sambil mengancam dengan sebilah celurit.

Namun korban tidak menyerahkah motor yang baru dibeli 2 hari itu. Melihat korban melawan, para pelaku itu pun tak segan membacok korban. Hingga korban mengalami luka cukup parah di beberapa bagian tubuhnya.

Meski korban sudah terluka parah, namun pelaku tidak membawa motor korban karena sudah ada warga lain mengetahui kejadian ini. Akhirnya pelaku pun kabur, meninggalkan lokasi kejadian.

Kakek korban, Sam memberikan keterangan, cucunya itu mengalami luka bacok di 6 titik tubuhnya. Luka yang paling serius adalah di bagian kepalanya. “Ada tiga orang pelakunya,” katanya.

Korban pun kemudian langsung dibawa ke RSUD dr. Haryoto untuk mendapatkan perawatan intensif. Terlihat luka di kepala bagian belakang, kulitnya sampai mengelupas akibat sabetan celurit itu.

Sam menambahkan, cucunya itu merupakan santri di Ponpes Al-Fatih Habib Idrus Ranuyoso. Baru 2 hari Ia pulang dari pondok karena libur Ramadhan. Kemudian Ia dibelikan motor CBR 250 yang jadi incaran begal itu.

Mendengar kabar ini, Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Sahban bersama Tim Cobra pun langsung menemui korban di rumah sakit. Juga menuju ke lokasi kejadian untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Info awal pelaku 3 orang dan pakai cadar,” ujarnya.

Ia juga mengumpulkan keterangan dari warga, untuk mengantongi ciri-ciri pelaku. Kapolres menyebut jika pelaku bukan orang jauh, dan merupakan warga di wilayah tersebut. “Dua yang membawa celurit dan satu jadi joki,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, Ia pun geram kepada para pelaku. Ia berusaha akan mengungkap aksi kejahatan ini. “Saya geram sekali dengan aksi begal ini, kita akan kejar dan akan ungkap aksi begal ini. Mohon doanya, semoga pelaku segera bisa kita ungkap,” jelasnya. (fit)