Komnas HAM Investigasi Kematian 3 Petugas Pemilu

Lumajang, Motim - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terjun ke beberapa daerah untuk melakukan investigasi terkait kematian ratusan petugas Pemilihan Umum (Pemilu). Lumajang menjadi salah satu daerah yang dituju.
Komnas HAM menemui keluarga petugas Pemilu yang meninggal
Komnas HAM menemui keluarga petugas Pemilu yang meninggal
Tim dari Komnas HAM tiba di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lumajang, Kamis (16/5). Di sana mereka menemui ahli waris atau keluarga dari 3 petugas Pemilu di Lumajang yang meninggal.

Korban yang meninggal itu diantaranya 2 petugas linmas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari dan TPS 24 Desa Pulo Kecamatan Tempeh. Satu lagi adalah petugas di Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Wonoayu Kecamatan Ranuyoso.

Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM, Gatot Ristanto, SH MH melakukan wawancara secara tertutup dengan pihak keluarga korban. Lebih dari 30 menit wawancara dilakukan di salah satu ruang KPU.

Setelah selesai, Gatot Ristanto menyampaikan pada wartawan, jika investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian yang sebenarnya dari petugas Pemilu. Untuk di Lumajang, menurutnya sejauh ini murni karena kelelahan dan sakit.

“Apakah penyebab kematian karena ekskalasi politik karena tekanan orang-orang partai atau apa yang dapat mengagetkan psykologis. Namun di Lumajang murni kelelahan, sehingga murni sakit,” katanya.

Meski begitu, beban kerja pada petugas menjadi sorotan pihaknya. Karena pertugas bekerja berjam-jam melebihi batas kekuatan tubuh. Apalagi yang meninggal itu tidak ada riwayat penyakit sebelumnya.

“Karena kami harus lindungi petugas dari segi HAM. Mereka bekerja lebih dari 8 jam. Sehingga mengalami kesehatan yang menurun,” ucapnya.

Nantinya hasil investigasi di Lumajang ini akan dikumpulkan dengan data di semua daerah yang telah dituju oleh Komnas HAM. Kenapa Lumajang menjadi pilihan, Gatot menyebut, karena ada petugas dari linmas yang meninggal.

“Jadi, selain petugas KPPS, kita juga harus mencari tahu kematian petugas linmas, polisi, TNI, dan petugas Pemilu lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya hasil investigasi ini, Komnas HAM juga berharap nantinya ada perbaikan pelaksanaan Pemilu selanjutnya. “Baik itu dari segi regulasi maupun teknisnya,” ucap Gatot Ristanto.

Ia menambahkan, Komnas HAM turun di 5 provinsi untuk melakukan investigasi. Diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Banten. “Karena di sana banyak jumlah korbannya,” ucapnya.

Khusus untuk di Jawa Timur sendiri, Gatot Ristanto menegaskan, ada 5 daerah yang dituju. Selain Lumajang, empat daerah lainnya adalah Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, dan juga Surabaya. (fit)