Dugaan Penyelewengan DD Desa Jatisari dalam Penyelidikan Polres

Iptu Hariyanto saat dikonfirmasi .
Lumajang, Motim - Pengaduan dan laporan masyarakat Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, atas dugaan penyimpangan terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2018 termasuk soal dana pengelolaan dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 22 rumah masih dalam penyelidikan unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

"Pengaduan dan laporan masyarakat Desa Jatisari sudah kami terima. Saat ini masih mengumpulkan data," tutur Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang Iptu Hariyanto, SH, MH saat dikonfirmasi Memo Timur di kantornya.

Menurut Kaur Bin Ops Sat Reskrim, setelah full data baru dilanjutkan dengan proses penyelidikan. Apabila dalam proses penyelidikan nanti ditemukan unsur-unsur penyimpangan, maka proses penyelidikan itu akan dinaikkan satu tingkat menjadi proses penyidikan dan seterusnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

"Semua yang terkait pasti kami panggil untuk dimintai keterangan. Kapan, menunggu proses pengumpulan data selesai. Perkembangan seperti apa, teman-teman media pasti diberitau," pungkasnya.

Dugaan penyimpangan misalnya pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Dusun Krajan , Dusun Darungan I dan Darungan II tahun 2018 sebanyak 22 rumah dan masing-masing RTLH mendapat dana sebesar Rp. 15.000.000 ( Lima Belas Juta Rupiah).

Tetapi, fakta di lapangan masyarakat penerima bantuan dana RTLH sebagian mengaku menerima Rp. 8.000.000 (Delapan Juta Rupiah) juga ada yang mengaku mendapat Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah).

Sebelumnya, Kepala Desa Jatisari Nurul Yakin menuturkan pada Memo Timur, jika hal itu merupakan isu yang sudah lama. “Mengenai masalah itu sudah lama desas-desus itu mas. Sekedar saran dari saya, lebih baik jenenngan croscek ke desa dulu takutnya itu berita hoax. Kalau emang gak ada sumber yang benar-benar bisa bertanggungjawab,” ungkapnya. (cho)