Pasca Pemilu, Mahasiwa Minta Kembalikan Perdamaian

Mahasiswa mendatangi Kantor Bupati. (*) 
Lumajang, Motim - Pasca Pemilu 2019, mahasiswa di Lumajang melakukan aksi dalam ke depan Kantor Bupati Lumajang, Kamis (2/5). Puluhann mahasiwa STIE Widya Gama ini meminta Pemkab dan pihak terkait melakukan intervensi supaya suasana Lumajang bisa secepatnya kembali kondusif dan damai.

“Meminta semua pihak menghormati semua proses yang berlangsung pada KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu sebagai pengawas,” kata Muhammad Rizki, koordinator aksi.

Lanjutnya, Ia ingin semua pihak untuk mengawal proses rekapitulasi suara di semua tingkatan. Jika ada indikasi kecurangan, harus diselesaikan. “Semua bentuk temuan kecurangan Pemilu 2019 harus ditindak sesuai aturan,” ujarnya.

Wakil Bupati Indah Amperawati yang menemui mereka, menyampaikan telah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengembalikan situasi dan kondisi yang damai pasca Pemilu 2019. “Sudah seharusnya kembali kondusif tanpa ada permusuhan dan pertengkaran,” katanya.

Indah yang merupakan Politisi Partai Gerindra itu, mencontohkan, meskipun berbeda partai politik dengan Bupati Thoriqul Haq, namun tidak pernah terlibat dalam pertengkaran. Keduanya tetap bekerja secara profesional untuk melayani masyarakat.

"Meskupun berbeda pilihan, kami tidak pernah bertengkar, kami sama-sama paham kerja politik adalah kerja politik, tidak boleh dicampur dengan pelayanan masyarakat," jelasnya.

Ia juga menghimbau masyarakat, agar tetap tenang menunggu keputusam resmi dari KPU. "Jangan dengarkan kalimat provokatif yang memancing pertikaian," imbuhnya.

Sementara Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono yang ikut menemui mahasiswa, mengatakan jika aksi damai itu perlu dilakukan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat.

"Hasilnya akan kita tunggu. Kerukunan, persatuan dan kedamaian adalah kunci utama membangun bangsa," ujarnya.

Agus Wicaksono menegaskan, pelaksanaan Pemilu yang disinyalir terdapat kecurangan akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi. "Tidak boleh terprovokasi oleh kabar-kabar di media sosial ya," ajaknya.

Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Sahban juga meminta agar semua pihak menunggu hasil resmi oleh penyelenggara pemilu, yaitu KPU. “Kehadiran mahasiswa akan berimplikasi positif yang berfungsi menjadi cooling system atau mesin pendingin suasana,” ucapnya. (*/fit)