Peredaran Miras Masih Merajalela di Lumajang

Pemusnahan BB di Mapolres Lumajang. (*) 
Lumajang, Motim - Polres Lumajang telah melakukan operasi pekat selama ramadan. Hasilnya dalam kurun waktu 2 minggu telah berhasil mengungkap banyak kasus dan menangkap tersangkanya. Serta ribuan barang bukti (BB) diperoleh dan telah dimusnahkan, Selasa (28/5).

Ada 59 kasus kriminalitas yang diungkap dan 65 tersangka ditangkap. Semua kasus yang diungkap itu dari berbagai macam jenis kriminalitas. Diantaranya peredaran minuman keras tanpa ijin, narkotika, perjudian, prostitusi, hingga premanisme.

Dari jumlah itu paling banyak adalah kasus miras. Serta menunjukkan jika miras masih merajalela di Lumajang. Ada 35 kasus yang telah diungkap dan berhasil menyita seribu botol lebih.

Ribuan botol miras itupun dimusnakahkan bersama dengan baran bukti lainnya di Halaman Mapolres Lumajang. Kapolres AKBP M. Arsal Sahban mengungkapkan, jika operasi ini dilakukan untuk menekan angka kriminalitas.

“Awal mula kejahatan dari tumbuh suburnya penyakit masyarakat. Untuk itu operasi saya saat ini fokus kepada hal-hal yang terkait dengan penyakit masyarakat. Dengan harapan, bila penyakit masyarakat kita tekan maka kriminalitas juga akan turun,” katanya.

Sementara lainnya adalah, okerbaya 4 kasus dengan BB 809 Pil double Y, shabu 13.59 gram dari 3 kasus. Kemudian aksi Premanisme berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam. Serta kasus Prostitusi berhasil mengamankan satu orang wanita yg sedang menunggu pelanggan.

Polres juga mengamankan BB berupa bahan peledak terdiri dari 309 mercon, 22 bungkus bahan baku pembuatan mercon, sumbu dan mesiu atau bubuk Mercon. Kasus perjudian sendiri menangkap 2 orang dari 2 kasus dengan barang bukti rekapan togel.

“Saya pimpin oeprasi ini, demi pemberantasan penyakit masyarakat,” katanya.

Namun kapolres menyebut, tahun ini terjadi penurunan kasus ungkap yang signifikan. Karena pada 2018 operasi pekat ada 101 kasus. “Ini menandai bahwa kriminalitas di Lumajang turun drastis,” ucapnya. (fit)