Sakit Stroke dan Darah Tinggi, TKI Lumajang Meninggal di Malaysia

Surat keterangan dari Desa. (*)
Lumajang, Motim - Tidak berselang lama, kabar kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang kembali terdengar. Saturi, TKI asal Desa Mlawang Kecamatan Klakah dikabarkan meninggal dunia di Malaysia setelah menderita sakit stroke dan darah tinggi.

Dari laporan yang diterima oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lumajang, pria berusia 59 tahun itu meninggal Jumat (3/5) sore sekitar pukul 16.30 waktu setempat. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur dan Rumah Sakit PPUM Kuala Lumpur.

Kabar kematian pria kelahiran 1960 itu sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta jenazah untuk dibawa pulang ke Lumajang. Biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh keluarga, karena diketahui yang bersangkutan bukan TKI resmi.

"Yang menanggung sepupunya yang bernama Sipur," kata Soekarmiati, Kepala Bidang Pengembangan Ketenagakerjaan Disnaker Lumajang pada Memo Timur.

Dari jadwal yang diterima Disnaker, jenazah akan diterbangkan dari Malaysia ke Bandara Juanda Surabaya, Sabtu (4/5) pagi. "Semua kebutuhan adminitrasi untuk pemulangan jenazah sudah dipenuhi," ujar Soekarmiati.

Sebelum ini, TKI bernama Iswati asal Dusun Kebonsari Desa Jarit Kecamatan Candipuro juga meninggal di Malaysia. Jenazah tidak dipulangkan ke tanah air, karena pihak keluarga sepakat dimakamkan disana. (fit)