Tribulan Pertama, Serapan APBD Sangat Rendah

Lumajang, Motim - Pada awal tahun, realisasi serapan anggaran di Lumajang belum maksimal. Penjabat Sekretaris Daerah Lumajang, Drs. Agus Triyono menyebut, serapan anggaran pada tribulan pertama 2019 sangat rendah.
Pembinaan Administrasi Pembangunan Bagi PPK/PPTK
Pembinaan Administrasi Pembangunan Bagi PPK/PPTK
Ia menjelaskan, sampai April 2019, serapan anggaran baru sebesar Rp 105 miliar atau sebesar 10,51 persen. Sedangkan, target seharusnya yang harus dicapai adalah sebesar Rp 360 miliar atau 36 persen.

“Jadi terdapat deviasi minus sebesar Rp 255 miliar atau sebesar 25,57 persen,” katanya ketika membuka Pembinaan Administrasi Pembangunan Bagi PPK/PPTK di Ruang Nararya Kirana Lantai 3 Kantor Bupati Lumajang, Rabu (15/5).

Kondisi seperti ini, menurut Agus sangat memprihatinkan. Ia pun meminta agar pada tribulan kedua target serapan bisa dicapai. Pada Juni 2019 harus bisa mencapai sebesar Rp 551 miliar atau sebesar 55,13 persen.

Ada tiga faktor, yang menyebabkan deviasi minus tersebut. Agus menyebut, pertama, penyusunan jadwal kegiatan belum sesuai dengan realisasi kebutuhan di lapangan. Kedua, terlambatnya proses pengadaan barang dan jasa akibat belum dilengkapi dengan dokumen dari masing-masing PPTK.

“Ketiga, belum optimalnya pengelolaan administrasi keuangan dari masing-masing SKPD untuk penyerapan berikutnya,” ucapnya.

Untuk itu, Ia berharap agar lebih memperhatikan jadwal waktu yang telah di tetapkan. “Semoga kendala-kendala ini dapat kita atasi bersama, mari kita berupaya memperbaikinya. Kalau kinerja kita baik, maka penyerapan akan baik,” jelasnya. (*/fit)