Wabup: Tambang Pasir Salahsatu Pemicu Konflik Sosial

Lumajang, Motim - Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyebut, konflik sosial masih rawan terjadi pada masyarakat Lumajang. Ada sejumlah hal yang menjadi pemicunya. Salah satunya adalah tambang pasir.
Wabup Indah Amperawati
Wabup Indah Amperawati
“Masalah ini memang sering terjadi, apalagi tentang masalah pasir, ini sudah tidak asing lagi, Salim Kancil itu ya, itu sudah internasional,” katanya saat membuka Serasehan Keserasian Sosial dan Kearifan lokal, di Gedung Guru Lumajang, Kamis (9/5).

Pemicu lain menurutnya adalah terkait sengketa lahan tanah. Kemudian menurutnya tindakan kriminalitas di Lumajang juga menjadi perhatian serius saat ini. Seperi pencurian hewan dan juga pembegalan.

Ia pun ingin, agar perselisihan yang terjadi di masyarakat dapat diselesaikan dengan cara mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Pilar-pilar kesehjateraan sosial juga diharapkan mencegah konflik sosial sedini mungkin dengan menjaga kearifan lokal.

Indah berharap, mereka dapat mencegah terjadinya konflik sosial di tingkat hulu. Sehingga akan terciptanya keserasian sosial yaitu kondisi sosial yang menjamin terciptanya hubungan interaksi sosial antar warga masyarakat yang dinamis.

“Mudah mudahan kita dapat menghasilkan solusi, menghasilkan kebijakan-kebijakan hari ini, untuk Lumajang lebih baik dan lebih damai,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lumajang, Dra Ninis Legiwinarsi melaporkan, kegiatan itu diikuti ratusan peserta. Diantaranya dari Ketua forum Keserasian Sosial, ketua LKSA, Ketua Karang Taruna, PSM, dan Tagana. (*/fit)