Belum Ada yang Layak jadi Kepala Dinas Pendidikan Lumajang

Indah Amperawati.
Lumajang, Motim - Proses pengisian 9 dari 21 kursi jabatan eselon 2 yang kosong di lingkungan Pemkab Lumajang penuh lika-liku. Tidak semudah mutasi yang dilakukan oleh Bupati Thoriqul Haq beberapa waktu lalu.

Kali ini setalah 3 nama terbaik per jabatan dari hasil seleksi yang telah dilakukan, justru tetap memunculkan sedikit kegriduhan. Dari 9 posisi jabatan itu, untuk Dinas Pendidikan, tak ada satupun nama pelamar yang lolos.

Belum ada pejabat yang layak untuk menduduki kursi Kepala Dinas Penidikan Lumajang. Sehingga, posisi tersebut harus kosong lebih lama lagi. Drs. Winadi, M.Pd pun bisa lebih lama menjadi Pelaksana Tugas (Plt) disana.

Seperti diketahui, ada 7 pelamar untuk jabatan Kepala Dinas Pendidikan Lumajang. Yakni Iskandar, SP., Drs. Siswanto, MM., Drs. Sukamto, M.Pd., Drs. Suryadi, Drs. Abdullah, Drs. Agus Salim, M.Pd, dan Gatot Parasit N.W, S.Pd., M.Pd.

Mereka akhirnya harus mengubur dalam-dalam impiannya. Tim Panitia Seleksi mencoret semuanya. Karena setelah mengikuti uji kompetensi manjerial dan uji kompetensi bidang, semuanya dianggap tidak layak oleh para penguji.

“Nilainya dibawah passing grade. Kita harus obyektif. Tidak ada yang memenuhi,” kata Wakil Bupati Indah Amperawati pada wartawan, Jumat (31/5).

Dengan kondisi seperti ini, dibiarkan dulu posisi itu diisi Plt, sampai menunggu ada pejabat yang layak menjadi Kepala Dinas Pendidikan. “Sementara Pj dulu, sambil nanti dibuka (pendaftaran) dibuka kembali," terang Indah.

Hal ini seperti menjadi ironi, disaat bupati dan wakil bupati berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salahsatunya melalui bantuan-bantuan yang akan digelontorkan pada siswa-siswi. Seperti seragam gratis dari SD sampai SMP dan sederajat.

“Seragam gratis sedang dalam proses lelang. Mudah-mudahan akhir Juni sudah selesai dan disitribusikan. Sementara SMA/SMK menjadi kewenangan provinsi. Dan provinsi juga sudah menyiapkan (seragam gratis) itu. Kami berharap juga tidak terlambat,” katanya.

Sedangkan 3 nama calon terbaik per jabatan sudah disodorkan ke bupati. Tinggal Thoriq nantinya menunjuk satu diantaranya untuk menjadi pejabat definitif. “Kewenangan ada pada bupati, targetnya setelah lebaran,” pungkasnya.

Sebelumnya proses seleksi jabatan ini juga menjadi sorotan, lantaran untuk posisi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, tak ada satupun nama pelamar dari Lumajang. Semuanya dari Bondowoso. Namun nampaknya bukan masalah. Karena tidak melanggar aturan. (cho/fit)