Dugaan Penyelewengan DD Tamanayu Resmi Dilaporkan ke Polres

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Hariyanto, SH, M.H(cho)
Lumajang, Motim - Dugaan tindak pidana korupsi di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, atas pengelolaan dana desa (DD) anggaran tahun 2017 pada beberapa proyek pembangunan desa resmi dilaporkan ke Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.

Muhamad Alfiyanto menyampaikan yang dilaporkan itu soal dana pembangunan jalan rabat beton di Dusun Sidomukti RT 26 dan 27 RW 09 dengan sumber dana desa (APBN) 2017 sebesar Rp. 169.950.000 sesuai dengan yang tertera pada prasasti bangunan.

Namun, kenyataannya pada saat proyek itu berlangsung, masyarakat hanya menerima dana itu sebesar Rp. 141.000.000. "Yang 25 juta lebih itu kemana, kok gak diserahkan semua," tuturnya.

Pada proyek pembangunan TPT jalan Desa Tamanayu RT 12 RW 05 dengan sumber dana Dana Desa (APBN) 2017 sebesar Rp. 130.655.000 sesuai yang tertulis pada prasasti bangunan. Tapi, faktanya saat pembangunan berlangsung masyarakat hanya menerima Rp. 104.000.000 juta saja.

"Pada proyek ini danae juga raib sekitar 25 juta lebih,"katanya.

Tak hanya itu, pada proyek pembangunan di RT 14 RW 15 Desa Tamanayu sesuai yang tertulis pada prasasti sebesar Rp.171.960.000 juta itu saat pembangunan berlangsung masyarakat menerima hanya Rp. 136.000.000 juta saja.

Dirinya bersama sejumlah tokoh masyarakat mewakili masyarakat Desa Tamanayu melaporkan hal ini ke Polres Lumajang berharap agar perbuatan memperkaya diri sendiri yang mengakibatkan Negara dirugikan bisa diungkap. Siapapun yang turut menikmati dana itu agar supaya diproses secara hukum.

"Pelaku korupsi harus di proses hukum biar jera dan kapok. Dalam kasus ini polisi harus bekerja secara maksimal, biar dana proyek yang raib itu diketahui siapa yang menikmatinya,"pinta Alifiyanto.

Secara terpisah Ahmad menambahkan soal bedah rumah di Desa Tamanayu sebanyak 4 rumah sesuai dengan data yang ada masing-masing penerima program bedah rumah mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp. 7.500.000. Fakta di lapangan para pemilik rumah selaku penerima bantuan hanya menerima Rp 6.500.000.

Menurut salah satu penerima bantuan yang melakukan pemotongan sebesar Rp. 1.000.000 itu adalah pendamping atas nama Suwarno. Adapun penerima bantuan program bedah rumah itu adalah Choirul dan Didik warga RT 14 RW 05. Dua warga adalah Wahyu dan Kotijem warga RT 27 RW 09.

"Sudah kami jelaskan semua pada petugas penerima laporan. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti hingga ada proses hukum yang jelas. Masak dana warga miskun juga diembat,"tambahnya.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Lumajang Iptu Hariyanto, SH, MH ketika dikonfirmasi membenarkan jika Sat Reskrim telah menerima laporan masyarakat Desa Tamanayu terkait dugaan korupsi dana proyek pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa. Termasuk soal dana bedah rumah.

"Laporan ini masuk dalam tahap penyelidikan. Sebentar lagi semua yang terkait kami panggil untuk diperiksa. Tidak ada istilah tebang pilih, dimata hukum semua sama,"tegas Iptu Hariyanto. (cho)