'Gadai' Istri Berujung Maut, Hori Terancam Dijerat Pasal Berlapis

Kasat Reskrim AKP Hasran, SH, M.Hum (cho) 
Lumajang, Motim, Hori bin Suwari(43), warga Dusun Gambang, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, pelaku pembunuhan terhadap korban bernama Muhamad Hola (34), warga Dusun Argomulyo Desa Sombo, Kecamatan Gucialit, pada Selasa (11/6) kemarin terancam dijerat pasal berlapis.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum saat dikonfirmasi Memo Timur menyampaikan atas perbuatannya itu Hori bin Suwari terancam dijerat pasal pembunuhan berencana, ini sesuai dengan pengakuan tersangka yang sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban namun salah sasaran.

"Ini jelas pembunuhan berencana, karena dari awal niatan dia ke Desa Sombo untuk membunuh Hartono, meski salah sasaran," terang Kasat.

Selain pembunuhan berencana, Hori juga di jerat dengan undang-undang darurat, karena dengan sengaja ke wilayah orang lain membawa senjata tajam atau sajam yang digunakan membunuh Hola, "Sajam juga masuk dalam kasus ini," imbuhnya.

Disamping dua pasal yang dimaksud, tersangka juga akan di jerat dengan pasal penipuan, ini jelas berlaku, pasalnya yang bersangkutan sesuai keterangan Hartono dan juga Lasmiati, sudah melakukan penipuan dengan mengajak Hartono untuk berbisnis Tambak Udang, namun faktanya, uang yang dia minta dari Hartono sesuai keterangan Lasmiati digunakan untuk judi.

"Uang yang dikirim dari Malaysia yang disampaikan untuk bisnis tambak udang, ternyata tidak digunakan untuk itu, melainkan untuk judi sesuai keterangan Lasmiati, sehingga ini masuk juga dijeratan pasal penipuan mas," jelasnya.

Bahkan yang lebih mendalam, ada laporan juga terkait dengan penjualan anak yang dilakukan oleh tersangka, yakni anaknya sendiri dengan Lasmiati yang berusia 7 bulan di jual seharga 500rb, polisi jelas Hasran akan terus mendalami kasus ini, pasalnya yang bersangkutan kerap kali berbelit-belit ketika ditanya penyidik.

Selain beberapa pasal diatas, tersangka masih kata Hasran, juga dijerat pasal ITE tentang mengirim atau mengunggah foto orang lain ke media sosial, dengan modus ingin menguras harta korbanya, bahkan Hori juga bisa dijerat dengan pemalsuan asal usul anak dan pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Bagaimana dengan Hartono? Menjawab pertanyaan Memo Timur Hasran mengungkapkan, Hartono terancam dijerat pasal perzinahan. "Soal ini masih diselidiki. Misalkan surat nikahnya Hori bersama Lasmiati tidak ada alias nikah siri, maka Hartono akan aman, dari jeratan pusaran kasus yang melibatkan tiga orang itu, namun sebaliknya dia akan dijerat pidana jika nukati surat nikah Lasmiati dengan Hori ada," kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH, M.Hum. (cho)