Jalurnya Ekstrim, Coban Sriti Justru Diminati Wisatawan Mancanegara

Wisatawan mancanegara mengunjungi Coban Sriti. (cho) 
Lumajang, Motim - Kecamatan Pronojiwo terkenal dengan destinasi wisata air terjun. Sebut saja Tumpak Sewu dan Kapas Biru. Namun yang satu ini tidak kalah terkenal. Yakni Coban Sriti. Jalur menuju ke lokasi yang ekstrim, justru menjadi alasan wisatawan mancanegara (wisman) banyak datang ke sana.

Coban Sriti berada di Dusun Jogokereng Desa Tamanayu. Akses jalan menuju air terjun masih sangat alami. Jalur yang ekstrim ini, membuat wisatawan perlu tingkat kehati-hatian yang tinggi untuk menuju ke lokasi.

Namun siapa sangka, meski jumlah wisatawan lokal yang berkunjung ke sana sedikit, justru banyak diminati wisman. “Wisatawan lokal itu sedikit, karena lokasinya yang ekstrim, jadi membuat rasa ketakutan tinggi,” kata Ali Rihdo, Kepala Urusan Perencanaan Tamanayu.

Ada niat dari pihak desa yang ingin melakukan perbaikan jalur, supaya lebih banyak wisatawan lokal, namun dilarang oleh sejumlah wisman yang datang. “Rencananya akan kita perbaiki jalannya, dirabat. Namun kata wisman jangan,” ucapnya.

Kondisi yang masih alami ini, menurut wisman yang datang, perlu dijaga dan dipertahankan. Tidak boleh diubah. Sehingga bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

Ali Riho menambahkan, wisman yang sudah berkunjung ke sana, sudah dari berbagai belahan dunia. “Yang sudah ke sini, ada yang dari Kanada, Jerman, Italia, dan banyak lainnya,” katanya pada Memo Timur.

Biasanya, wisman yang datang ke Coban Sriti adalah mereka sudah mengikuti tour atau paket wisata. Jadi dari Air Terjun Tumpak Sewu kemudian juga ke Coban Sriti. “Kalau di sini, memang tingkat keekstrimannya itu yang dicari,” ujarnya.

Untuk pemandangan air terjun di sana, memang ada kesamaan dengan Tumpak Sewu. Hanya saja, untuk Tumpak Sewu lebih banyak pancaran-pancaran air yang jatuh, sesuai dengan namanya.

Selain Coban Sriti, pihak desa juga berencana mengembangkan potensi wisata yang ada. Yakni Gunung Sriti. Dalam waktu dekat, bersama dengan masyarakat akan segera digarap. Karena dari sana, bisa melihat pemandangan yang luar biasa indah.

“Bisa melihat Gunung Semeru, bisa melihat sunset,” pungkasnya. (fit)