Oknum ASN Ditahan, Langkah BKD Tunggu Laporan ke Bupati

Matasan saat diperiksa polisi. (*)
Lumajang, Motim - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lumajang ditahan Polres Lumajang. Diketahui ASN itu bernama Matasan yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Ia ditangkap Tim Cobra karena diduga terlibat dalam kasus pencurian motor.

Namun sejauh ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang belum bisa mengambil langkah, terkait penahanan ASN asal Dusun Sumberwadung, Desa Babakan, Kecamatan Padang itu.

Kepala BKD Lumajang Drs. Agus Triyono, M.Si saat dikonfirmasi Memo Timur, menyampaikan, sebelum pihaknya mengambil langkah, lebih dulu meminta DLH untuk melaporkan hal ini pada Bupati Thoriqul Haq.

“BKD sudah meminta ke DLH untuk melaporkan ke bupati,” katanya, Kamis (20/6) melalui pesan whatsapp.

Setelah itu dilakukan, tentu ada tindak lanjut dari BKD mengenai persoalan ini. Proses akan dilakukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Tentu setelah itu, berproses sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) DLH Lumajang, Yuli Harismawati, SP nampak enggan memberikan keterangan lebih banyak mengenai bawahannya itu. Ia hanya membenarkan saja, jika ada oknum ASN dari DLH yang ditangkap polisi. “Ya benar,” singkatnya.

Diketahui, Matasan adalah ASN Golongan 2A. Keterangan dari kepolisian, Ia ditangkap di kawasan Jl. Gajah Mahda, Selasa (18/6) sekitar pukul 9 malam. Tim Cobra menduga Ia sebagai penadah, karena mengendarai motor curian Honda GL Max.

Saat diperiksa, Ia mengaku motor itu dibeli dari seseorang. Penjual motor itu masih diburu Tim Cobra. Akibatnya, Matasan dijebloskan ke sel Polres. Ia dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil kejahatan dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun. (fit)