Oknum ASN Yang Beli Motor Curian Ternyata Warga Desa Babakan

Sekdes dan kasipem Desa Banjarwaru (cho)
Lumajang, Motim - Santernya pemberitaan terkait oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pemkab Lumajang bernama Matasan warga Dusun Ledok Desa Banjarwaru Kecamatan Kota yang terjerat kasus penadahan sepeda motor curian di respon oleh Pemerintah Desa Banjarwaru Kecamatan Kota Lumajang.

Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Banjarwaru Ahmad Tobri Rizal kepada Memo Timur menuturkan apabila ASN yang terjerat kasus penadahan sepeda motor curian bukanlah warga Dusun Ledok Desa Banjarwaru seperti berita koran yang terbit kemarin.

Akan tetapi, dia warga Dusun Sumberwadung RT 26 Rw 04, Desa Babakan, Kecamatan Padang, sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ada.

"Kami datang ke kantor Memo Timur untuk meluruskan bahwa Matasan bukan warga Desa Banjarwaru. Tapi, warga Desa Babakan sesuai KTP itu Pak,"katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh Kasi Pemerintahan Desa Banjarwaru, Nur Hasan menurutnya Matasan merupakan warga Desa Babakan. Dan dia bertempat tinggal tak jauh dari perbatasan Desa Babakan dan Desa Banjarwaru.

Nur Hasan mengaku kenal Matasan cukup lama dan tidak pernah terdengar punya masalah dengan orang lain maupun kerabat keluarganya. Dia kata Nur Hasan telah cerai dengan istrinya, kabarnya gara-gara ada orang ketiga.

"Hanya yang saya tahu. Misalkan ingin tahu detail soal Pak Matasan, bisa menghubungi kerabatnya dan informasinya antara Pak Matasan sama kerabatnya miss komunikasi,"tambahnya.

Seperti berita sebelumnya, Matasan ditangkap Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang lantaran membeli sepeda motor hasil curian. (cho)