Piket Nol Rawan Longsor, Perhutani Sebut Tak Ada Alih Fungsi Lahan

Kawasan Piket Nol Lumajang. (*)
Lumajang, Motim - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyebut, Jalur Piket Nol masih rawan longsor, salahsatu penyebabnya karena minim tanaman penguat di atas tebing. Sementara Pihak Perhutani sebagai pemangku kawasan, masih kebingungan mengatasi ini dan memastikan tidak ada alih fungsi lahan di sana.

“Longsor itu tidak bisa dihindari, karena harus semua pihak yang memikirkan. Karena tebingnya, (kemiringannya) hampir 70 derajat,” kata Wakil Administrasi/KSKPH Perhutani Lumajang Yus Yaser Arafat pada Memo Timur, Kamis (20/6).

Ia juga masih kebingungan terkait solusi untuk lahan di tepi tebing itu. Karena kondisinya sudah seperti itu saat ini. “Mau ditanami apa di pinggir ini. Solusinya itu harus diplengseng atau dibeton sekalian. Kalau tidak gitu, terus-terusan pinggir itu, hujan sedikit jatuh (longsor) lagi,” terangnya.

Meski di lahan pinggiran tebing rawan longsor, Ia bisa memastikan untuk lahan di atasnya aman. Karena masih banyak pohon penguat. Walaupun, kawasan hutan lindung itu, juga oleh masyarakat ditanami sengon.

“Pada intinya yang di atas, masalah (pohon) pertanian itu minim. Di atasnya tanaman kerasnya masih ada,” ucapnya.

Meski ditanami sengon, Ia menyebut itu bukan alih fungsi lahan. “Alih fungsi lahan itu, manakala kawasan itu tidak lagi menjadi kawasan hutan. Manakala ada pihak tertentu menjadikan hak milik,” ujarnya.

Kemudian, alih fungsi lahan itu, menurutnya misalkan ada pihak tertentu yang melakukan aktifitas di kawasan hutan itu dan hutannya ditebang. “Kalau di situ saya lihat, tidak ada niatan masyarakat alih fungsi,” ucapnya.

Namun perlu adanya penyadaran pada masyarakat yang bekerjasama dengan Perhutani itu, agar menanam lebih banyak pohon penguat. “Perlu penyadaran pada masyarakat. Tidak bisa hutan lindung itu ditanami sengon,” ujarnya.

Selain melakukan sosialisasi pada masyarakat di sana, pihaknya juga sudah secara berkala melakukan RHL (Rehabilitasi Hutan Lindung). Dalam waktu dekat rencananya akan dilakukan lagi. (fit)