PSK Jember Serbu Lumajang, Langsung kena Razia

Belasan PSK diciduk Satpol PP. (*) 
Lumajang, Motim - Pemilik tempat di eks lokalisasi Bebekan di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir nampaknya belum kapok. Mereka kembali menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) di sana. Kali ini PSK dari luar daerah yang banyak berdatangan.

Namun dengan cepat, aktifitas prostitusi ini terendus dan segera ditertibkan lagi oleh Satpol PP Lumajang. Dari razia yang telah dilakukan, Sabtu (22/6) sore, ada 16 PSK dan 2 lelaki hidung belang yang berhasil diciduk.

Dari belasan PSK yang ditangkap itu, mayoritas memang berasal dari luar daerah. Sesuai identitas PSK ternyata kebanyakan dari Jember, ada 8 PSK. Kemudian dari Lumajang sendiri ada 5 PSK. Sementara 3 PSK lainnya, dari Malang dan Probolinggo.

“Sementara untuk hidung belang, dua-duanya adalah warga Lumajang,” kata Kepala Satpol PP Lumajang Drs. Basuni pada Memo Timur.

Dari segi usia, para PSK yang ditangkap ini, rata-rata masih berusia muda. Yakni di kisaran 20 tahunan. Hanya sedikit saja yang usianya di atas 30 tahun. “Mereka langsung kita bawa ke kantor Satpol PP untuk ditindaklanjut dan dibina,” ucapnya.

Razia ini kembali digelar, lantaran ada laporan dari masyarakat terkait adanya aktiftas prostititusi kembali di tempat tersebut. Bahkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq juga telah mendengar laporan itu.

“Kita pun langsung bergerak ke sana. Dan mengamankan para PSK dan tamu hidung belang. PSK yang ditangkap ini, mereka terbilang baru. Karena yang sebelumnya ditangkap, tidak berani kembali lagi ke sana,” ucapnya.

Setelah dari eks lokalisasi Bebekan, personil Satpol PP kemudian dikerahkan ke eks lokalisasi Dolog di Desa/Kecamatan Sumbersuko. Namun di tidak ditemukan adanya PSK yang menjajakan diri.

“Tidak ada aktifitas prostitusi di sana,” ujar Basuni. (fit)