Ranu dan Sumber Mata Air Dioptimalkan untuk Atasi Kekeringan

Lumajang, Motim - Kekeringan menjadi salah satu masalah di wilayah Lumajang utara. Untuk itu Bupati Thoriqul Haq berupaya mengatasi hal ini. Agar masyarakat di sana bisa mendapatkan akses air bersih dengan mudah.
Ranu Bedali
Ranu Bedali
Salah satu caranya, adalah dengan mengoptimalkan danau atau ranu di kawasan tersebut. Diantaranya Ranu Bedali khusus Kecamatan Ranuyoso. Kemudian Ranu Wringin dan Ranu Krasak untuk Randuagung serta Kedungjajang. Rencananya akan dilakukan pada tahun depan.

Upaya penyediaan air bersih juga akan dilakukan melalui penyusunan Studi Kelayakan SPAM (Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum) Sumber Mrutu dan Kajian Kerentanan Mata Air (KKMA) dengan sasaran utama Kecamatan Klakah dan Kecamatan Ranuyoso.

Menurut data yang ada, debit Sumber mata Air Sumber mrutu tercatat 1.750 liter/detik. Rencananya, 2020 mendatang akan dilakukan pembangunan SPAM Sumber Mrutu sedangkan di tahun 2021 dilakukan optimalisasi SPAM Sumber Mrutu.

Terkait pemanfaatan SPAM Ronggojalu, pihaknya akan menindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan Pihak Kabupaten/Kota Probolinggo dengan sasaran pemenuhan kebutuhan air bersih Ranuyoso, Klakah, dan Kedungjajang.

“Bagaimana caranya, ini nanti kita dapat memenuhi kebutuhan air bersih terhadap penduduk. agar penduduk kita bisa mengeluarkan biaya murah dalam mendapatka air bersih,” ujarnya saat koordinasi tentang sistem penyediaan air minum di Kantor Bupati, Selasa (18/6).

Secara umum, air bersih di Lumajang mencapai sebesar 74,59%. dengan jumlah penduduk 1.006.458 jiwa di 2018. Sementara cakupan pelayanan air minum perpipaan perkotaan sebesar 18,35 %, dan cakupan pelayanan air minum perpipaan pedesaan sebesar 21,37%.

Sedangkan potensi Hidrologi, terbagi menjadi, 5 Daerah Aliran sungai, 134 sungai, 14 air terjun, 14 danau, 12 rawa, 411 sumber mata air. “Kita berkomitmen mongoptimalkan kebutuhan air bersih,” ujarnya. (fit)