Separuh Tahanan Lapas Lumajang karena Kasus Narkotika

Kasi Binadik Martono. (cho) 
Lumajang, Motim - Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lumajang yang terletak di jalan Alun-Alun Timur, idealnya dihuni 152 tahanan. Namun, sejak awal bulan suci Ramadan 1440 H dan hingga saat ini dihuni sedikitnya 670 tahanan.

“Lapas kelas IIB Lumajang saat ini, over kapasitas hingga 400 persen lebih Mas,” kata Kepala Seksi Pembinaan Anak Didik (Binadik) Martono saat ditemui Memo Timur di kantornya pada Kamis (13/6).

Menurut Martono, hampir separuh tahanan itu merupakan tahanan Narkotika kiriman dari Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Sidoarjo, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Selebihnya, merupakan tahanan kasus tindak pidana umum dari Lumajang sendiri.

Kondisi membuat pihaknya berusaha memberikan pelayanan terhadap para tahanan supaya tetap merasa nyaman dan aman seperti yang semula kamar kecil hanya bisa dihuni oleh 10 hingga 15 orang, kini dihuni 20 orang.

Kamar besar juga demikian, semula hanya dihuni 30 hingga 35 orang, sekarang dihuni antara 40 hingga 50 orang. Akibat over kapasitas, para tahanan sedikit tidur berdesakan. Meski demikian, tidak ada tahanan yang tidur diluar kamar. “Semua tidur didalam kamar tahanan, ya sedikit berdesakan,”ungkapnya.

Pada awal bulan suci Ramadan kemarin, ada 3 tahanan sakit. Karena kondisinya perlu penanganan tim medis secara intensif, maka 3 tahanan it uterus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang. Alhamdulillah, setelah beberapa hari kemudian mereka dinyatakan sembuh oleh dokter yang menangani, lalu dikembalikan ke Lapas lagi.

Tak lama kemudian, menyusul 2 tahanan sakit, juga sama di rawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang. 1 tahanan sudah sehat dan kembali ke Lapas. 1 tahanan lagi masih tetap dirawat di rumah sakit, karena kondisi belum cukup sehat sehat mengingat usianya sudah tua.

“Pengawasan kami tingkatkan supaya tidak kecolongan dari hal-hal yang tak diinginkan. Pembesuk termasuk barang bawaannya kami periksa secara selektif. Pengawasan didalam Lapas juga sama ketat,”pungkas Martono. (cho)