Sindikat Pencurian Pikap dan Truk Antar Kota Diringkus Tim Cobra

Lumajang, Motim - Komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor jenis pikap dan truk yang berjumlah Enam orang berhasil diringkus oleh Tim Cobra Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Lumajang.
Para pelaku saat diamankan
Para pelaku saat diamankan
Enam pelaku itu antara lain bernama Hadi Sisyanto (37), warga Dusun Krajan, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Sisyanto ditangkap di wilayah Lumajang.

Dalam kasus ini dia berperan sebagai pelaku utama yang mengambil kendaraan, Moch Salim (33), warga Dusun Darungan, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, perannya juga sama sebagai pemetik langsung.

“Sisyanto dan Salim itu pelaku utama alias pemetik langsung. Enam pelaku ini ditangkap di lokasi berbeda dan peran masing-masing pelaku juga berbeda,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran, SH, M.Hum.

Sedang Empat pelaku yang lain adalah Sujak (54), warga Dusun Krajan Lor, Desa Curah Tulis, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Perannya adalah sebagai perantara jual beli kendaraan hasil kejahatan.

Sholehudin (43), warga Dusun Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Tongas. Perannya sebagai penadah kendaraan hasil kejahatan. Abdullah (30), warga Dusun Kapasan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas.

Dan pelaku terakhir adalah oknum guru salah satu pondok pesantren bernama Sochim (34), juga warga Dusun Kapasan Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas. Oknum guru ini berperan sebagai pembeli mobil hasil kejahatan untuk dikanibal.

“Dua pemetik dilumpuhkan dengan timah panas, Empat pelaku yang lain tidak. Sekarang sudah mendekam di sel tahanan Polres Lumajang,” ujarnya.

Komplotan ini berhasil diringkus oleh Tim Cobra bermula dari laporan Dahniar Tri Hardika (33), warga jalan Panjaitan Gang Luntas, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Kota, menyampaikan jika mobil pickup Nopol P 8303 UQ milik PT Mitra Maju Mapan yang diparkir di tepi jalan sebelah gang rumahnya raib dicuri maling. “Kejadiannya pada Kamis (31/1) 5 bulan yang lalu Mas,” tuturnya.

Atas laporan itu, Tim Cobra melakukan penyelidikan diperoleh informasi apabila mobil milik PT. Mitra Maju Mapan itu dibeli Ach Sohim. Tim Cobra pun berkoordinasi dengan Sat Reskrim Probolinggo lalu menangkapnya. Setelah diinterogasi Ach Sohim mengaku membeli mobil tersebut kepada Sholehudin melalui perantara Sujak dan Abdullah.

Tak mau kehilangan komplotan tersebut, Tim Cobra terus mencari keberadaan beberapa pelaku yang disebut Ach Sohim dan berhasil ditangkap di tempat yang berbeda.

Pelaku bernama Abdullah kala itu sedang dirawat di Rumah Sakit Probolinggo. Mendengar komplotannya ditangkap Tim Cobra, Abdullah mendadak pulang paksa. Dibantu istri dan Kepala Dusunnya, Abdullah terus melarikan diri berharap terlepas dari Tim Cobra.

“Abdullah kami tangkap masih dalam kondisi tangannya diinfus, dia kan sakit informasinya terluka karena bom ikan,” ungkapnya.

Dari kasus ini Tim Cobra mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil pickup L 300, 1 unit sepeda motor, 5 buah STNK dan seperangkat kunci. “Komplotan ini juga mengaku pernah melakukan perbuatan yang sama di wilayah hukum Polres Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo juga Mojokerto. Dan masih kami kembangkan,” pungkasnya.(cho)