Temukan Nota Palsu PT. Mutiara Halim, Bupati ‘Rahasiakan’ Langkah Selanjutnya

Lumajang, Motim - Bupati Thoriqul Haq telah melakukan inspeksi mendadak di pos timbang pasir PT. Mutiara Halim yang berada di Kecamatan Kedungjajang, Kamis (13/5). Ia menemukan nota pembayaran palsu yang selalu diberikan kepada para sopir truk pasir setelah melakukan penimbangan.
Bupati saat sidak
Bupati saat sidak
Namun sejauh ini, belum ada langkah nyata selanjutnya yang dilakukan oleh bupati terkait hasil temuannya itu. Meksipun, dari nota itu terlihat, ada dugaan pemalsuan yang dilakukan oleh PT. Mutiara Halim. Apalagi Pemkab Lumajang tidak pernah mencetaknya.

Saat ditanya wartawan, nampaknya bupati masih merahasiakan apa langkah-langkah yang akan ditempuhnya. Ia meminta semuanya untuk bersabar, menunggu keputusan yang diambilnya. “Sabar saja,” ucapnya saat ditemui usai menonton pertandingan Semeru FC, Selasa (18/6).

Thoriq nampaknya khawatir, jika rencananya itu dibicarakan sekarang nanti bisa menganggu langkah Pemkab kedepannya. “Kalau diomongkan sekarang, bisa bocor kemana-mana,” ucapnya dengan tegas.

Namun dirinya berani memastikan, jika apa yang dilakukannya ini, semata-mata demi masyarakat Lumajang. Ia berkomitmen, langkah yang diambilnya, akan sesuai dengan prosedur yang ada.

“Saya berkomitmen, untuk melakukan langkah-langkah yang harus sesuai dengan prosedur. Ujungnya untuk masyrakat Lumajang,” pungkasnya.

Seperti diketahui, nota palsu dengan kop Pemkab Lumajang itu diduga dicetak dan diperbanyak sendiri oleh PT. Mutiara Halim. Serta mencatut Dinas Pengelola Keuangan Daerah, padahal saat ini sudah tidak ada dinas tersebut.

Nota pembayaran palsu itu diisi dengan tulisan tangan petugas. Setiap menimbang pasir di sana, sopir harus bayar Rp 5 ribu per ton. Bupati pun akhirnya menyita nota tersebut sebagai barang bukti.

Selain mendapat nota palsu itu, tiap kali bayar, sopir juga mendapat nota satu lagi. Nota yang ini berbeda, karena tercetak secara digital. Detail sesuai dengan berat dan jumlah yang harus dibayar. Di nota digital itu baru tertulis nama PT. Mutiara Halim. (fit)