7 Hari Pencarian, Nelayan asal Jember Tak Ditemukan

Pencarian terakhir nelayan asal Jember. (*)
Lumajang, Motim - Pencarian Geger (58), nelayan asal Desa Paseban, Kencong-Jember sudah dilakukan selama 7 hari. Namun hingga hari terakhir pencarian, Rabu (10/7), Geger yang tenggelam di Pantai Meleman Desa Wotgalih, Yosowilangun-Lumajang belum ditemukan.

Kabid Kesiapsiagaan, Kedaruratan, dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo menyampaikan pencarian sudah dihentikan. Pasalnya, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), jika selama 7 hari pencarian tak membuahkan hasil, pencarian bisa dihentikan.

Personil BPBD Lumajang maupun personil gabungan lainnya pun ditarik dari sana. Meski dihentikan, pencarian juga bisa dilakukan kembali sewaktu-waktu. “Jika ada laporan atau tanda-tanda baru, bisa kita lakukan pencarian lagi,” ucapnya, Kamis (11/7).

Di hari terakhir pencarian, personil telah melakukan pencarian dengan radius hingga 5 kilometer dari lokasi kejadian. “Baik itu pencarian dengan menyisir pantai, dan juga pencarian di laut,” kata Wawan.

Pihak keluarga korban, menurut Wawan juga sudah sepakat dengan keputusan ini. Sementara Sair (31), anak Geger yang selamat dari insiden, Rabu (3/7) itu, saat ini kondisinya sudah membaik.

Seperti diketahui, insiden yang menimpa anak dan ayah ini berawal ketika keduanya berangkat melaut di siang hari. Mereka hendak mengambil ikan tangkapan dari jaring yang sudah ditebar sebelumnya di laut.

Namun dalam perjalanan, nasib nahas menimpa keduanya. Katir atau bambu penyeimbang perahu patah. Akibatnya perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik. Keduanya tenggelam dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada patahan katir itu.

Sair berhasil selamat sampai di tepi pantai. Nelayan lain yang berada di lokasi pun langsung menolong Sair dan membawanya ke RSUD dr. Haryoto Lumajang. Namun ayahnya, menghilang dan belum diketahui apakah masih hidup atau tak bernyawa. (fit)