CV Mapan Jaya Lestari Diduga Menambang di Luar Titik Koordinat

Kantor MJL. (cho) 
Lumajang, Motim - Diduga melakukan penambangan di luar titik koordinat, CV Mapan Jaya Lestari yang melakukan penambangan di aliran sungai di Dusun Kebondeli Selatan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dilaporkan ke Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Pegiat lingkungan sehat Lumajang kepada Memo Timur mengatakan sebelum melakukan penambangan pasir itu di aliran sungai Kebondeli itu CV. Mapan Jaya Lestari mengajukan ijin tambang ke Dinas Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Provinsi Jawa Timur seluas sekitar kurang lebih 40 Hektar.

Setelah melalui proses verifikasi, CV. Mapan Jaya Lestari disetujui melakukan penambangan seluas 3,8 Hektar. Namun, fakta di lapangan pasir yang dikeruk oleh CV. MJL keluar dari titik koordinat hingga belasan hektar.

Lokasi tambang milik CV. Mapan Jaya Lestari yang benar sesuai ketentuan ijin operasi ada di bawah dam dan bukan di atas Dam. CV. Mapan Jaya Lestari melakukan penambangan di luar titik koordinat beberapa bulan.

"Sudah pasti Negara dirugikan bukan hanya puluhan juta. Tapi ratusan juta lebih," kata Makruf

Tak hanya itu, dugaan soal menggunakan bahan bakar bersubsidi untuk alat berat juga dilaporkan. Termasuk soal CV. Mapan Jaya Lestari dalam mempekerjakan karyawannya apakah sudah sesuai dengan Undang-Undang ketenagakerjaan perihal jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Menurut Makruf, Lancarnya proses penambangan ini diduga ada keterlibatan oknum Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang juga dari Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur UPT Lumajang yang berujung upeti.

"Dugaan saya begitu. Makanya saya laporkan ke Polda Jatim, biar diusut. Sebab dengan kegiatan itu Negara sangat dirugikan,"

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Lumajang Sunardi, SP, MP saat ditemui di kantornya enggan memberikan keterangan.

Secara terpisah Pengawas dan Pengendalian Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur UPT Lumajang, Samsul Arifin menyangkal adanya keterlibatan oknum dari Dinas Pengairan terkait pelanggaran yang dilakukan oleh CV. Mapan Jaya Lestari.

Apalagi ada yang menghembuskan ada oknum menerima upeti. "Coba tanyakan kepada orang yang mengadu, siapa yang memberi, diserahkan di mana lalu pertemukan kami. Itu sangat tidak benar," terangnya.

Dirinya terus berkeliling ke semua area tambang yang berada di badan sungai. Tujuannya adalah untuk memastikan para penambang tidak melakukan pelanggaran.

Jarak dikeruknya pasir dengan tangkis minimal 25 meter. Jarak dikeruknya pasir dengan Dam kehulu 100 meter dan kehilir 200 meter.

"Jika ada yang melanggar, pasti saya tegur supaya pindah sesuai aturan itu. Untuk pelanggaran yang lain seperti menambang di luar titik koordinat, bukan kewenangan kami," jelasnya.

Direktur CV. Mapan Jaya Lestari saat hendak dikonfirmasi di kantornya tidak ada. "Sejak Dump Truck yang mengangkut pasir dari sini terlibat kecelakaan dengan sepeda motor yang meninggal itu, giat tambang libur," tutur salah seorang yang sedang membuat aliran pasir sebelah kantor MJL.(cho)